Dinkes Depok ingatkan warga waspada penyakit campak
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Jawa Barat, melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyakit campak di Kota Depok.

Balaikota Depok. ANTARA/Feru Lantara.
Balaikota Depok. ANTARA/Feru Lantara.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Jawa Barat, melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyakit campak di Kota Depok.
Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori mengatakan di Depok, Minggu mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan kasus campak melalui sistem pelaporan kesehatan yang terintegrasi.
“Kami secara rutin melakukan pemantauan, verifikasi, serta analisis penyakit campak melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) dan laporan rutin surveilans,” ujarnya.
Devi menambahkan, pihaknya juga mengimbau seluruh fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, bidan praktik mandiri, serta praktik dokter perseorangan untuk aktif melakukan penemuan, pencatatan, pelaporan, dan penatalaksanaan kasus campak secara tepat.
Tidak hanya itu, lanjut Devi, upaya lain dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepada fasilitas kesehatan terkait pencatatan dan pelaporan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Dikatakan Devi, Dinkes Kota Depok juga gencar melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan penularan penyakit campak.
“Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui publikasi promosi kesehatan tentang campak di media sosial dan videotron agar menjangkau lebih banyak warga," ujarnya.
Devi menjelaskan masyarakat perlu mengenali gejala campak sejak dini agar dapat segera memperoleh penanganan yang tepat. Adapun gejala awal biasanya ditandai dengan demam tinggi yang dapat mencapai suhu hingga 40 derajat Celsius.
“Setelah itu akan muncul ruam kemerahan yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh,” jelasnya.
Selain demam dan ruam, penderita campak juga kerap mengalami batuk kering disertai pilek.
"Dengan meningkatnya laporan kasus di beberapa daerah, kewaspadaan masyarakat menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih luas, khususnya di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat umum," ujarnya.
Devi menjelaskan sedangkan di Kota Depok sendiri jumlah kasus suspek campak pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.365 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 144 kasus telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Menurut Devi, masyarakat perlu mewaspadai penyakit campak karena penularannya sangat mudah terjadi, terutama pada anak-anak. Campak merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh Morbilivirus.
"Penularannya dapat terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara,” ucapnya.




