DKP Tangerang diminta antisipasi cuaca ekstrem terhadap panen beras

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun saat memantau kegiatan petani menanam benih. ANTARA/HO-DKP Kota Tangerang
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun saat memantau kegiatan petani menanam benih. ANTARA/HO-DKP Kota Tangerang
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten diminta DPRD kota setempat menyiapkan langkah antisipasi khususnya menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada tiga bulan awal tahun agar target panen beras tidak gagal.
“Kami meminta DKP bersama untuk menyiapkan strategi mitigasi mulai dari penguatan pendampingan petani, pengelolaan irigasi, hingga kesiapan sarana dan prasarana pertanian. Dengan begitu, target produksi tetap dapat tercapai meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menentu,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Holiludin dalam keterangannya di Tangerang, Minggu.
Holiludin menuturkan DPRD berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran yang mendukung sektor pertanian, sehingga target produksi yang telah ditetapkan dapat terealisasi dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
"Kami juga jalankan pengawasan agar seluruh program pertanian berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat secara luas," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Muhdorun mengatakan target produksi Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2026 mencapai 846 ton beras atau 1.692 ton Gabah Kering Panen (GKP) dari 98 hektare lahan. Ia mengatakan kelompok-kelompok tani akan diupayakan mampu melakukan tiga kali panen dalam setahun agar dapat menambah intensifikasi produktivitas beras di Kota Tangerang.
"Pemkot Tangerang berharap swasembada beras yang sedang digencarkan dapat berkontribusi besar menciptakan stabilitas komoditas beras khususnya di Kota Tangerang secara jangka panjang," ujarnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, di Kota Tangerang terdapat 98 hektare lahan kosong serta terdapat 13 kelompok tani dan 113 kelompok wanita tani (KWT). Adapun dukungan Pemkot kepada petani yakni pemberian traktor, pompa air, serta meminjamkan alat pengolahan sawah untuk petani.
“Selain bantuan itu juga kita perbaiki saluran irigasi yang bermasalah, dengan harapan walau di musim kemarau nanti para petani tetap bisa menghasilkan panen yang maksimal,” katanya.




