DPR minta Pemerintah lobi Amerika terkait embargo energi Rusia
Proyek pembangunan kilang minyak di Tuban yang merupakan kerja sama RI-Rusia terhambat akibat kebijakan Amerika Serikat yang mengembargo energi Rusia.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto mendorong pemerintah melakukan diplomasi terhadap Amerika Serikat demi kelancaran kerja sama energi Indonesia-Rusia. Hal itu ia sampaikan dalam wawancara Radio Elshinta, Senin (13/4/2026).
Sugeng menilai hambatan geopolitik mengganggu realisasi proyek strategis nasional meski Rusia telah menawarkan kerja sama konkret. Pendekatan kepada pihak Amerika Serikat dianggap kunci keberlanjutan proyek tersebut.
“Maka sebaiknya pemerintah juga melobi Amerika agar membuka embargo terhadap Rusia ini,” ujar Sugeng.
Proyek pembangunan kilang minyak di Tuban menjadi salah satu agenda vital yang terdampak langsung situasi geopolitik global. Menurut Sugeng, Fasilitas petrokimia ini sangat penting guna mengurangi ketergantungan impor energi nasional.
“Itu adalah kerja sama Indonesia dengan Rusia, tetapi tertunda karena diembargo oleh Amerika,” ungkapnya.
Sugeng menyebut potensi kerja sama energi dengan Rusia sangat relevan bagi kebutuhan domestik. Selain kapasitas produksi migas mumpuni, kualitas minyak mentah Rusia sangat kompatibel dengan kilang Indonesia.
“Minyak mentah Rusia itu cocok dengan berbagai kilang kita,” tegas Sugeng.
Sugeng menilai, upaya lobi diplomasi ini mendesak karena kondisi ketahanan energi Indonesia masih rentan. Defisit produksi migas memaksa pemerintah memperluas mitra dan sumber pasokan energi global.
“Ketahanan energi kita di bidang migas utamanya masih sangat tergantung impor,” lanjutnya.
Menurut Sugeng, keberhasilan lobi diperkirakan membuka peluang kerja sama lebih luas. Selain energi, hal ini juga berpotensi mencakup komoditas perdagangan lain seperti ekspor CPO.
Ayesha Julia Putri/Rama




