Top
Begin typing your search above and press return to search.

Dubes Iran ungkap 555 warga sipil tewas dalam serangan AS-Israel

Dalam konferensi pers di Jakarta, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi menyebut serangan AS-Israel menyasar fasilitas sipil dan menewaskan 555 warga, termasuk perempuan dan anak-anak.

Dubes Iran ungkap 555 warga sipil tewas dalam serangan AS-Israel
X
Foto: Arie Dwi Prasetyo

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyebut sebanyak 555 warga sipil tewas dalam serangan yang dituding dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi dalam konferensi pers di Kediaman Duta Besar Iran, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Menurut Boroujerdi, serangan tersebut menyasar sejumlah fasilitas non-militer, termasuk sekolah, rumah sakit, dan permukiman warga.

“Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel pada hari Sabtu, 28 Februari, menyerang berbagai tempat sipil di negara kami. Rumah sakit, sekolah, dan permukiman warga menjadi sasaran, dan korbannya adalah masyarakat biasa,” kata Boroujerdi.

Ia menilai serangan tersebut telah menimbulkan korban kemanusiaan dalam jumlah besar dan didominasi warga sipil yang tidak terlibat konflik.

“Hingga saat ini saya berbicara dengan Anda, 555 warga negara saya gugur, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, termasuk lebih dari 200 anak sekolah dasar,” ujarnya.

Boroujerdi juga menyebut banyak korban merupakan umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, termasuk pasien rumah sakit.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, disebut turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Namun, pernyataan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen.

Selain dampak kemanusiaan, Boroujerdi menilai serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap proses diplomasi internasional. Ia menyebut penyerangan terjadi saat Iran tengah menjalani perundingan yang dimediasi oleh Oman.

“Serangan ini menunjukkan ketidakpatuhan terhadap jalur diplomasi. Kami diserang ketika sedang berada di meja perundingan,” kata dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait tudingan tersebut.

Arie Dwi Prasetyo/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire