Forum IPEMALIS soroti wakaf produktif dan pengembangan SDM Bengkalis
Forum mahasiswa Bengkalis di Jakarta menyoroti wakaf produktif sebagai alternatif pembiayaan pendidikan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.

Ikatan Pelajar Mahasiswa Lisan Bengkalis (IPEMALIS) Jakarta menggelar forum pengembangan SDM Bengkalis di Ciputat, Sabtu (18/1/2026).
Ikatan Pelajar Mahasiswa Lisan Bengkalis (IPEMALIS) Jakarta menggelar forum pengembangan SDM Bengkalis di Ciputat, Sabtu (18/1/2026).
Ikatan Pelajar Mahasiswa Lisan Bengkalis (IPEMALIS) Jakarta menggelar forum pengembangan SDM Bengkalis di Ciputat, Sabtu (18/1/2026). Forum mengambil tema “Mengakselerasi SDM Unggul Bengkalis: Sejauh Mana Sinergi Ilmu, Kebijakan, dan Dunia Profesional Benar-Benar Bekerja?”
Hadir sebagai narasumber Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso dan Pakar Wakaf Produktif UMJ, Jaharuddin.
Bagus Santoso mengatakan pembangunan manusia tidak bisa hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Ia menyebut Bengkalis mencatat kenaikan Indeks Pembangunan Manusia, namun masih menghadapi kesenjangan kualitas SDM dan akses pendidikan.
“Kita tidak bisa hanya membangun dari atas. SDM unggul itu dimulai dari kepercayaan kepada manusia biasa di daerah-daerah kecil, bahwa mereka pun berhak mendapat pendidikan terbaik dan masa depan yang layak,” ujar Bagus.
Ia memaparkan sejumlah program, seperti beasiswa pendidikan, penguatan pendidikan vokasi, dan layanan kesehatan universal. Namun Bagus mengakui keterbatasan pembiayaan menjadi tantangan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Sementara, Jaharuddin, menawarkan solusi pembiayaan pendidikan melalui skema wakaf produktif. Ia menilai wakaf perlu dikelola modern agar mendukung pembiayaan pendidikan tanpa bergantung pada APBD atau pungutan mahasiswa.
“Wakaf uang, jika dikelola dengan tata kelola modern dan prinsip syariah yang ketat, bisa menjadi sumber pendanaan pendidikan yang tidak bergantung pada APBD ataupun pungutan mahasiswa,” kata putra asli Riau itu.
Jaharuddin menyebut wakaf produktif cocok diterapkan di Bengkalis yang memiliki tradisi religius dan jejaring sosial kuat. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang membangun karakter, mental tangguh, dan pola pikir berkembang.
Jaharuddin mencontohkan skema dana abadi wakaf, di mana donasi individu maupun lembaga dikelola dalam portofolio syariah, dan hasilnya digunakan untuk mendanai kegiatan pendidikan tanpa menyentuh pokok dana. Gagasan ini, menurutnya, cocok diterapkan di daerah seperti Bengkalis yang memiliki semangat religius dan jejaring sosial yang kuat.
“Kita tidak sedang kekurangan orang cerdas. Yang kita kekurangan adalah orang-orang yang konsisten, rendah hati, dan bersedia tumbuh terus menerus dalam proses belajar yang panjang,” ucap Akademisi Ekonomi Islam FEB UMJ itu .
Diskusi berlangsung interaktif dan diikuti mahasiswa asal Bengkalis yang menempuh pendidikan di Jakarta.
Ketua IPEMALIS Jakarta, Fadhli, mengatakan forum ini mendorong peran aktif mahasiswa dalam pembangunan daerah asal. Ia menyebut mahasiswa bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek yang memiliki tanggung jawab sosial dan intelektual.
Rama Pamungkas




