Gandeng TikTok, Menaker perluas pelatihan digital bagi disabilitas
Kemnaker jalin kolaborasi dengan TikTok untuk menyediakan pelatihan digital inklusif dan pendampingan kerja guna memperluas kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pelatihan digital yang inklusif bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama platform global, TikTok.
Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini secara berkelanjutan.
“Kementerian Ketenagakerjaan memastikan program pelatihan berbasis digital juga terbuka dan inklusif bagi penyandang disabilitas," ujar Menteri Yassierli kepada wartawan di Gedung Vokasi Kemnaker saat melakukan perjanjian kerja sama dengan TikTok, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Program ini diikuti oleh ratusan peserta, baik secara daring maupun luring, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Menaker menekankan bahwa fokus pemerintah tidak hanya berhenti pada pemberian materi, tetapi juga memastikan keterserapan kerja para peserta.
“Kami tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga mengawal peserta agar keterampilan benar-benar dapat diterapkan, Pendampingan dilakukan melalui kerja sama berkelanjutan dengan mitra industri setelah pelatihan selesai,” tegas Yassierli.
Selain memperkuat kompetensi peserta, Kemnaker juga memperkuat pelatihan bagi para instruktur di berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) agar mampu menerapkan metode pembelajaran yang inklusif. Menaker optimistis bahwa penguasaan teknologi digital akan membuka pintu kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
“Sebagian pekerjaan digital dapat menjadi solusi fleksibel bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh penghasilan, Kuncinya adalah keterampilan yang memadai agar mampu bersaing dan mendapatkan peluang yang lebih baik,” tutupnya.
Farens Excel/Rama




