Geopolitik memanas, ESGAN dan ASPEBINDO siapkan strategi ESG untuk perkuat industri energi nasional
Jakarta - ESGAN, Energy Hub, dan ASPEBINDO jalin kolaborasi untuk gelar seminar ESG dan Sustainability di Mei 2026 Fokus seminar: membangun ketahanan industri di tengah disrupsi geopolitik.
ESG Association of Nusantara (ESGAN) menggelar audiensi strategis bersama Energy Hub dan Indonesian Energy, Minerals, and Coal Suppliers Association (ASPEBINDO) dalam rangka menjajaki kolaborasi penyelenggaraan seminar bertajuk “ESG & Sustainability in an Age of Geopolitical Disruption: Building Resilient and Anti-Fragile Enterprises” yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya di bidang energi, pertambangan, dan keberlanjutan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik yang berdampak langsung pada stabilitas energi dan ekonomi dunia.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan ESGAN, yaitu Winston Jusuf (Dewan Pengawas) dan Husni Kamil (Wakil Ketua Umum). Sementara itu, ASPEBINDO diwakili oleh Anggawira (Ketua Umum), Heri Soetrisno (Wakil Sekjen), dan Indar Bardo (Kepala Bidang Pelayangan Anggota).
Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. "Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, sektor energi dan pertambangan membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif. ESG bukan lagi sekadar tren, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan dan daya saing industri nasional," ujar Anggawira.
Dari pihak ESGAN, Winston Jusuf menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan global. "Kondisi geopolitik saat ini menuntut perusahaan untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi anti-fragile. ESG memberikan kerangka yang tepat untuk memastikan pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik," ungkap Winston.
Sementara itu Husni Kamil, Wakil Ketua Umum ESGAN, menambahkan bahwa seminar ini diharapkan menjadi ruang dialog yang konkret dan solutif. "Kami ingin menghadirkan forum yang tidak hanya membahas konsep, tetapi juga menghasilkan rekomendasi nyata bagi pelaku usaha dan regulator dalam mengimplementasikan ESG di tengah disrupsi global," ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, ESGAN, Energy Hub, dan ASPEBINDO berharap dapat menghadirkan forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi, guna memperkuat implementasi ESG di Indonesia. Seminar yang direncanakan pada Mei 2026 ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam mendorong transformasi industri menuju praktik yang lebih berkelanjutan, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan global. (Dd)




