H-2 Lebaran, 1.370 pemudik berangkat dari terminal Jatijajar Depok

Memasuki H-2 Lebaran Idul Fitri 1447 H, arus mudik di Terminal Tipe A Jatijajar, Depok, masih terpantau ramai. Sebanyak 1.370 pemudik tercatat telah berangkat dari terminal tersebut, Rabu (18/3/2026).
Kepala Operasional Terminal Jatijajar, Dudy Marsudi, mengatakan antusiasme masyarakat untuk mudik masih cukup tinggi hingga saat ini.
“Untuk pemudik hari ini, antusias pemudik pada saat ini dari pagi hingga saat ini ya masih terlihat ramai. Jadi untuk kemungkinan relatif meningkat masih ada,” ujar Dudy, di Terminal Tipe A Jatijajar Depok, Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan data terbaru, jumlah pemudik yang berangkat pada 18 Maret mencapai 1.370 orang. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan sehari sebelumnya.
“Untuk data terakhir kemarin pada tanggal 18, untuk yang berangkat dari Terminal Jatijajar sebanyak 1.370 orang pemudik,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya pihak terminal memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret. Namun, realisasi di lapangan justru menunjukkan penurunan dibandingkan tanggal 17 Maret yang mencapai 1.650 pemudik.
“Untuk puncak mudik, saya yang memprediksi tanggal 18 Maret kemarin, ternyata kemarin ada sedikit penurunan dibanding tanggal 17 Maret. Untuk tanggal 17 Maret jumlah pemudik sebesar 1.650 pemudik dan untuk prediksi tanggal 18 Maret malah ada sedikit penurunan menjadi 1.370 pemudik,” tambahnya.
Sementara itu, terkait operasional bus, Dudy mengakui adanya keterlambatan kedatangan akibat kemacetan di ruas tol, khususnya di sekitar Tol Cikampek. Meski demikian, keterlambatan tersebut tidak berlangsung lama.
“Untuk keterlambatan sudah ada ya, karena kemacetan di tol sekitar tol Cikampek itu, tapi tidak terlalu lama. Mereka menunggu tidak terlalu sampai satu hari, hanya beberapa jam saja. Kemarin maksimum hanya 2 jam sampai 3 jam mereka menunggu,” ungkapnya.
Di sisi lain, ketersediaan tiket bus untuk keberangkatan dari Terminal Jatijajar masih dalam kondisi aman. “Masih aman untuk saat ini,” katanya.
Dudy juga mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga kondisi kesehatan serta memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi laik jalan demi keselamatan selama perjalanan.
“Ya, seperti saya bilang, untuk satu, menjaga kondisi kesehatan. Kalau memang tidak sehat, jangan berangkat dulu. Dan kedua, jangan hanya melihat yang murah saja untuk kendaraan, tapi dicek dulu apakah kendaraan tersebut laik jalan atau tidak laik jalan. Jadi, inilah kendaraan yang baik,” pungkasnya.
Arie Dwi Prasetyo/Ter




