Handita sebut almarhum Sertu M Nur Ichwan adalah sosok suami yang baik
Handita Anjani, istri almarhum Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur dalam misi perdamaian United nations Interim Force In Lebanon (Unifil), mengaku tidak percaya kalau suaminya menjadi salah satu korban yang gugur di Libanon, saat menjalankan tugas.

Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.
Handita Anjani, istri almarhum Sertu Muhammad Nur Ichwan yang gugur dalam misi perdamaian United nations Interim Force In Lebanon (Unifil), mengaku tidak percaya kalau suaminya menjadi salah satu korban yang gugur di Libanon, saat menjalankan tugas.
Sebelumnya ia selalu mengelak dengan kabar itu, namun baru tadi pagi, (Selasa, 31/03/2026-red) dirinya mendapat kepastian dari satuan tempat suaminya berdinas bahwa memang suaminya telah gugur.
"Sebelumnya saya mengelak saja, saya masih nggak percaya. baru tadi pagi, A1 dan sudah pasti," katanya sambil menerawang sedih seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Selasa (31/3).
Saat ditemui di rumah duka di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah hari ini, Handita Anjani mengatakan, suaminya hanya satu kali pulang ke rumah di Magelang, sejak bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Ia pulang untuk mendampingi istrinya melahirkan anak pertama pada Agustus 2025 lalu.
Sebelumnya ia bertugas sebagai perawat di Kesehatan Komando Daerah Militer IX/Udayana. Sejak April 2025, ia menjalankan misi perdamaian di Lebanon, sebagai bagian dari Satuan Tugas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Handita mengaku selalu berkomunikasi dengan suaminya. Namun ia selalu berfikir positif, meski suaminya mengabarkan sedang patroli di tempat yang sebelumnya ada insiden. Ia mengira patroli di cancel, namun ternyata tetap dilaksanakan.
Malam sebelum kejadian, suaminya sempat mengirim pesan yang panjang, mengucapkan terimakasih telah menjadi istri dan ibu yang baik.
Handita mengatakan bahwa suaminya merupakan sosok yang sangat baik. Ia tidak pernah memandang buruk suaminya.
Informasi yang diterimanya, kemungkinan jenazah almarhum akan tiba di rumah duka pada 2 April mendatang.
Sementara itu, ketua RT 01/RW 03 Dusun Deyangan, Safrodin, mengatakan, warga sudah mendengar isu kabar duka tersebut sejak malam sebelumnya di lingkungan warga. Warga pun siaga dan mulai berdatangan ke rumah duka meski saat itu belum ada kepastian informasi.
Ia menyebutkan, almarhum rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum Deyangan. Warga bergotong royong memasang tenda untuk menerima kedatangan tamu yang hendak melayat.
Nampak ada sejumlah karangan bunga yang telah dikirim. Salah satunya dari anggota DPR RI Vita Ervina dan Lembaga Kajian Pertahanan Strategis atau Keris.
Seperti diketahui, Sertu Muchammad Nur Ichwan gugur saat bertugas dalam misi perdamaian di Libanon, bersama dengan dua prajurit lainnya, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya iskandr dan Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan praka Deni Rianto. Mereka menjadi korban akibat serangan Israel terhadap Hizbullah pada Minggu, 29 Maret lalu.




