Top
Begin typing your search above and press return to search.

Haru warga Pining Gayo Lues dapat bantuan khitanan massal gratis

Warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, merasa terharu mendapatkan bantuan khitanan massal gratis dari berbagai unsur relawan yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat.

Haru warga Pining Gayo Lues dapat bantuan khitanan massal gratis
X

Anak-anak menunggu giliran khitan di Desa Pertik, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Aceh, Sabtu (31/1/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya.

Warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, merasa terharu mendapatkan bantuan khitanan massal gratis dari berbagai unsur relawan yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat.

Kasmawati (29) mengaku merasa terbantu dengan bantuan itu karena akses jalan menuju Kecamatan Pining masih belum sepenuhnya pulih usai banjir bandang dan tanah longsor melanda pada akhir November 2025.

“Alhamdulillah sudah ada bantuan kayak begini. Kan enggak capek-capek kita pun. Kalau enggak ada ini, gimana kita bawa anak kita? Kalau sudah kayak ini kan alhamdulillah, bersyukur kita,” ucapnya sambil menangis saat ditemui ANTARA di Pining, Sabtu.

Selain itu, ia menyebut biaya khitanan terbilang mahal, sementara mata pencarian belum kembali pulih. Menurut dia, biaya khitanan dengan memanggil dokter ke rumah dapat mencapai Rp800 ribu.

Warga Desa Pertik, Kecamatan Pining, itu mengaku sawah dan kebunnya ikut terbawa arus ketika bencana terjadi.

“Dari mana cari itunya (uang), aku bilang. Kan usaha belum ada. Apa pun kan turun (harga jual hasil bumi), barang kan mahal. Sudahlah. Habis datang mobil dokter itu kan, alhamdulillah sekali kayak ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Aceh dr. Muntadhar mengatakan layanan khitanan gratis diberikan atas dasar permintaan warga setempat. Aspirasi itu disampaikan melalui relawan yang membantu pemulihan Kecamatan Pining pascabencana.

“Masyarakat di daerah Pining ini meminta kepada teman-teman relawan di sini. Kami bilang, kami siap untuk membantu masyarakat, apalagi di daerah yang sulit dijangkau. Mereka kan sulit untuk diajak ke luar, jadi kita yang mendekat ke sini,” ucapnya.

Khitanan massal itu diikuti oleh 43 anak laki-laki yang berasal dari delapan desa di Kecamatan Pining, meliputi Desa Pertik, Pintu Rime, Pining, Gajah, Kampung Uring, Pasir Putih, Ekan, dan Pepelah.

Para peserta khitanan tampak mengenakan pakaian tradisional khas Gayo Lues. Ramputnya pun kompak dipangkas habis. Ini merupakan bagian dari tradisi yang turun temurun di daerah tersebut.

Bersamaan dengan layanan khitanan gratis itu, dilaksanakan pula pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan gigi gratis untuk masyarakat Kecamatan Pining.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire