HKI tegaskan Jalan Malalak belum dibuka untuk umum pascabencana
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menegaskan Jalan Malalak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), belum dibuka untuk umum meskipun sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua pascabencana banjir bandang.

Sejumlah alat berat melakukan percepatan penyelesaian Jalan Malalak yang sempat terputus akibat bencana alam di Kabupaten Agam, Minggu (22/2/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar.
Sejumlah alat berat melakukan percepatan penyelesaian Jalan Malalak yang sempat terputus akibat bencana alam di Kabupaten Agam, Minggu (22/2/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar.
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menegaskan Jalan Malalak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), belum dibuka untuk umum meskipun sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua pascabencana banjir bandang.
"Kalau untuk keseluruhan, sementara ini Jalan Malalak sudah bisa dilintasi tetapi bukan untuk umum dulu," kata Pelaksana Lapangan HKI Subiantoro di Kabupaten Agam, Minggu.
Meskipun demikian, Subiantoro mengatakan khusus bagi masyarakat Malalak yang ingin bertolak ke arah Balingka atau sebaliknya, bisa melintasi jalan tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Salah satu pertimbangan HKI membolehkan masyarakat di dua daerah tersebut melintasinya karena faktor jarak.
Jalan tersebut hanya dapat dilintasi saat pekerja sedang beristirahat yakni pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, atau setelah alat berat tidak lagi beroperasi yakni pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB.
"Kita merekomendasikan bagi masyarakat Malalak sama masyarakat Balingka dulu. Kalau untuk umum di luar itu masih belum direkomendasikan," ujar dia.
Pada kesempatan itu, ia menegaskan penutupan jalan di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB karena masih dalam tahap pemulihan pascabencana, tidak bisa menjadi alasan bagi pengguna jalan untuk beralih melalui Malalak.
"Jadi, kalau ada masyarakat yang menghindari penutupan Jalan Lembah Anai kemudian ingin melintasi Jalan Malalak, itu sama sekali belum dibolehkan," kata Subiantoro menegaskan.
Untuk mempercepat pengerjaan Jalan Malalak, HKI mengerahkan tujuh unit ekskavator PC 200, satu unit ekskavator PC 300 dan beberapa alat berat jenis lainnya. Selain di kilometer 82, HKI juga melakukan sejumlah pengerjaan dan penyempurnaan di beberapa titik lain yang sempat mengalami longsor susulan.




