Top
Begin typing your search above and press return to search.

HUT ke-26 Elshinta, Ketua Komisi X DPR RI soroti kesenjangan pendidikan

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian tekankan Revisi UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang sudah lebih dari dua dekade sejak tahun 2003

HUT ke-26 Elshinta, Ketua Komisi X DPR RI soroti kesenjangan pendidikan
X

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menjadi tamu spesial podcast HUT ke-26 Radio Elshinta News and Talk dipandu Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Network Haryo Ristamaji di Menara Indomobil Jalan MT Haryono Jakarta

Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi guru, dan perlindungan anak dalam wawancara khusus HUT ke-26 Radio Elshinta News & Talk di Menara Indomobil Jalan MT Haryono Jakarta.

Dipandu Pemimpin Redaksi Radio Elshinta Network Haryo Ristamaji, Hetifah menyoroti revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang sudah lebih dari dua dekade, sejak tahun 2003. Menurutnya, banyak perkembangan baru yang harus diakomodir, terutama soal pendidikan anak usia dini dan pendidikan karakter.

“Kami menurunkan satu tahun masa PAUD agar anak-anak mendapatkan hak pendidikan lebih optimal. Pendidikan tidak hanya soal pintar, tapi juga beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” ujar Hetifah.

Ia juga menekankan perlunya penyesuaian dengan era digital. Literasi teknologi dan soft skill menjadi bagian penting dari kurikulum agar anak-anak siap menghadapi tantangan abad 21.

Kesejahteraan guru dan dosen menjadi fokus lain Komisi X. Hetifah menilai banyak tenaga pendidik yang belum sejahtera sehingga sulit meningkatkan kompetensi. Revisi undang-undang bertujuan memberi kepastian status, kesempatan peningkatan kompetensi berkelanjutan, dan perlindungan hukum.

“Kalau guru meningkat kompetensinya, pendapatannya meningkat. Jadi ada motivasi untuk terus belajar dan mengajar dengan lebih baik,” kata Hetifah.

Fenomena bullying juga menjadi perhatian utama. Ia menekankan bahwa bullying tidak hanya terjadi antar-siswa, tetapi juga dapat menimpa guru, termasuk dalam bentuk kriminalisasi.

“Guru harus dilatih bimbingan konseling agar bisa memahami kondisi setiap anak, bukan hanya menegur atau memarahi. Orang tua juga harus memahami anak di era kekinian,” jelas Hetifah.

Selain itu, Hetifah menyoroti kesenjangan pendidikan antarwilayah. Ia mencontohkan perbedaan antara Balikpapan dan daerah terpencil di Kalimantan, mulai dari jumlah sekolah hingga kualitas guru.

“Pemerataan akses pendidikan menjadi kunci. Standar pendidikan dan kesejahteraan guru harus diperbaiki agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama,” tegasnya.

Podcast ini juga membahas peran media sebagai sumber informasi yang membantu pembuat kebijakan. Hetifah menilai riset dan data yang disajikan media sangat penting bagi pembuatan kebijakan publik yang tepat sasaran.

“Media seperti Elshinta adalah alat pencerahan, bukan untuk perpecahan. Data dan informasi harus digunakan secara efektif oleh pembuat kebijakan,” pungkas Hetifah. (Nak)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire