Top
Begin typing your search above and press return to search.

IQAir: Kualitas udara Jakarta masuk 10 besar terburuk di dunia Sabtu

IQAir: Kualitas udara Jakarta masuk 10 besar terburuk di dunia Sabtu
X

Ilustrasi: Pembangunan jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B berlangsung di Manggarai, Jakarta, Senin (16/2/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj.

Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu pagi ini menduduki posisi 10 besar sebagai kota dengan udara terburuk di dunia dan masuk kategori udara tak sehat. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.25 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di posisi ketujuh terburuk di dunia dengan angka 161 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

Polusi udara Jakarta yakni PM2.5 dan nilai konsentrasi 70 mikrogram per meter kubik. Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif, karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif, atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Sedangkan kategori tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100. Lalu kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, ataupun nilai estetika, dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50

Kemudian kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kabul (Afghanistan) yang berada di angka 370, urutan kedua Lahore (Pakistan) di angka 238, ketiga Dhaka (Bangladesh) di angka 233, dan urutan keempat Kolkata (India) di angka 230. Lalu urutan kelima Delhi (India) di angka 193, urutan keenam (Mumbai) India di angka 172, urutan ketujuh Hanoi (Vietnam) di angka 163, urutan kesembilan Chengdu (China) di angka 157, dan urutan kesepuluh Beijing (China)di angka 155.

Namun demikian masyarakat tetap direkomendasikan untuk selalu mengenakan masker saat di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara. Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.

Pertama yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire