ITDC ungkap hunian hotel di Nusa Dua Bali tumbuh positif pada 2025
Badan Usaha Milik Negera PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mencatat tingkat hunian perhotelan di kawasan pengelolaan the Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, tetap tumbuh positif.

Ilustrasi - Petugas polisi pariwisata memandu wisatawan asing yang sedang melintas di kawasan wisata ITDC the Nusa Dua di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (17/1/2026) ANTARA/HO-ITDC Nusa Dua.
Ilustrasi - Petugas polisi pariwisata memandu wisatawan asing yang sedang melintas di kawasan wisata ITDC the Nusa Dua di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (17/1/2026) ANTARA/HO-ITDC Nusa Dua.
Badan Usaha Milik Negera PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mencatat tingkat hunian perhotelan di kawasan pengelolaan the Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, tetap tumbuh positif mencapai rata-rata 76,93 persen selama 2025.
“Capaian itu diraih di tengah tantangan eksternal,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar melalui keterangan yang diterima di Denpasar, Bali, Sabtu.
Menurut dia, tingkat okupansi perhotelan selama 2025 di kawasan pengelolaan itu masih berdaya tahan dengan tumbuh membaik, meski melandai apabila dibandingkan 2024 yakni mencapai 76,56 persen.
Ia mengakui tantangan eksternal pada 2025 itu yakni penurunan perjalanan dinas dan aktivitas konferensi atau wisata MICE pada awal 2025, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat.
Sementara itu, tingkat kunjungan wisatawan di kawasan pariwisata premium itu selama 2025 juga meningkat 18,5 persen dari 3,2 juta pada 2024 menjadi 3,8 juta pada 2025.
Ia menjelaskan peningkatan kunjungan itu mencerminkan tingginya pergerakan wisatawan, meski sebagian besar masih didominasi kunjungan harian yang belum sepenuhnya terkonversi menjadi hunian kamar.
Sebagai gambaran, kawasan pengelolaan BUMN itu memiliki luas total sekitar 350 hektare.
Kawasan itu memiliki total sekitar 5.500 kamar yang tersebar di 22 hotel bintang lima dan vila mewah serta memiliki fasilitas gedung pertemuan yang dapat menampung sekitar 21.000 delegasi.
Sebagai kawasan hotel mewah dan wisata konferensi (MICE), the Nusa Dua juga memiliki daya tarik wisata pantai, wisata air, wisata olahraga, atraksi seni budaya, wisata belanja, dan kuliner.
Selain di Nusa Dua, dua kawasan pengelolaan lain di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Mandalika selama 2025 mencapai kisaran 55 persen.
Sedangkan di kawasan pengelolaan Golo Mori di Nusa Tenggara Timur mencatat kinerja yang positif dengan kunjungan di kawasan itu sepanjang 2025 mencapai 28.406 pengunjung.




