Jelang Ramadhan harga sembako melejit, Legislator desak Pemda DIY ambil langkah cepat

Foto: Izan Raharjo/Radio Elshinta
Foto: Izan Raharjo/Radio Elshinta
Menjelang bulan suci Ramadhan harga-harga sembako di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kenaikan bervariasi. Kenaikan harga ini berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, apabila tidak diantisipasi secara cepat dan terkoordinasi.
Komisi B DPRD DIY mendesak Pemda DIY untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok. Langkah kongkrit yang perlu diambil dinatarnya dengan menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Pemerintah juga harus memastikan bahwa rantai pasokan sembako aman. Pemerintah diminta melakukan koordinasi dengan instansi lain yang terkait seperti Bulog.
"Negara harus hadir untuk memastikan kebutuhan pokok warga tercukupi dengan harga wajar dan terjangkau. Ini penting agar tidak ada kepanikan ditengah warga,"ujar Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari pada jumpa pers di DPRD DIY, Rabu (11/2/2026), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.
Beberapa komoditas strategis seperti telur menjadi 30 ribu per kg, cabai rawit 90 ribu per kg, ayam 38 sampai 40 ribu per kg dan sayuran-sayuran hijau juga mengalami kenaikan harga rata-rata 500 rupiah.
Hal ini menunjukkan kecenderungan peningkatan harga di pasar tradisional maupun modern. Kondisi ini perlu menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan tetap terjaga selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
"Masyarakat juga agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang bisa memicu ketidakstabilan harga,"imbuhnya.
Komisi B DPRD DIY akan terus melakukan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok, serta siap memberikan dukungan anggaran maupun regulasi yang diperlukan demi menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi kepentingan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
"Transparansi informasi harga dan stok pangan kepada publik perlu diperkuat agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,"pungkasnya.




