Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jenazah pelatih Valencia korban tenggelamnya KM Putri Sakina ditemukan

Jenazah pelatih Valencia  korban tenggelamnya KM Putri Sakina ditemukan
X

Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakina di perairan sekitar Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada hari ke-10 operasi pencarian, Minggu (04/01/2026). Jenazah diidentifikasi atas nama Martin Carreras Fernando. Foto : Humas Basarnas

Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakina di perairan sekitar Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada hari ke-10 operasi pencarian, Minggu(04/01/2026). Temuan ini menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi dua orang sejak kapal tersebut karam pada 26 Desember 2025 yang lalu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan jenazah terakhir berhasil diidentifikasi melalui hasil pemeriksaan forensik. “Identitas korban atas nama Martin Carreras Fernando, usia 44 tahun,” kata Fathur dalam wawancara Radio Elshinta Edisi Sore(04/01/2026).

Fathur menjelaskan, hingga hari ke-10 operasi SAR, total korban selamat tercatat sebanyak tujuh orang, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian. “Saat ini dua orang dinyatakan meninggal dunia, tujuh selamat, dan dua korban masih dalam proses pencarian,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jenazah ditemukan dalam kondisi mengapung tidak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal. “Korban ditemukan sekitar 1,13 nautical mile dari titik duga kapal karam, dalam kondisi sudah membengkak namun masih utuh,” ucap Fathur.

Menurutnya, posisi temuan korban dipengaruhi oleh kondisi arus laut di sekitar Pulau Padar. “Pergerakan korban dipengaruhi arus permukaan dan arus bawah laut yang cukup kuat akibat pasang surut di lokasi kejadian,” jelasnya.

Fathur menambahkan, bangkai kapal KM Putri Sakina hingga kini belum ditemukan meski pencarian terus dilakukan. “Belum ditemukannya bangkai kapal dipengaruhi kondisi arus dan gelombang saat awal kejadian, dan hingga saat ini tim masih melakukan penyisiran,” katanya.

Jenazah yang ditemukan dievakuasi oleh tim SAR Gabungan dan dibawa ke darat untuk penanganan lebih lanjut. “Korban dievakuasi sekitar pukul 08.47 WITA dan dibawa ke Labuan Bajo sebelum diserahkan ke rumah sakit daerah,” ujar Fathur.

Dalam operasi pencarian, tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan besar di laut dan udara. “Kami melibatkan 17 kapal di permukaan, lima unit sonar, peralatan selam, serta dua drone thermal untuk pencarian udara,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, kendala utama dalam operasi pencarian adalah faktor cuaca dan kondisi arus laut. “Cuaca yang berubah-ubah serta arus bawah laut yang cukup kuat menjadi tantangan utama selama operasi SAR,” kata Fathur.

Fathur memastikan operasi pencarian akan diperpanjang selama tiga hari ke depan. “Operasi akan dilanjutkan hingga total 13 hari, setelah itu akan dilakukan evaluasi jika belum ada temuan baru,” pungkasnya.

Deddy Ramadhany

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire