Kakorlantas Polri sapa Ojol di Batu, Malang, bahas keselamatan jalan
Kakorlantas Polri mendengar langsung aspirasi ojol Kota Batu

Sumber foto; Korlantas
Sumber foto; Korlantas
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyapa pengemudi ojek online di Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan dialog langsung dengan para pengemudi.
Kunjungan tersebut dilakukan di Pos Ketan Legenda, Kota Batu.
Irjen Agus hadir bersama jajaran Korlantas Polri dan kepolisian daerah.
Rombongan terdiri dari Kasubdit WAL dan PJR Korlantas Polri Kombes Pol Ruben V Takaendengan.
Turut hadir Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Iwan Saktiadi dan Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto.
Kedatangan mereka disambut perwakilan pengemudi ojek online dengan suasana akrab dan terbuka.
Para pengemudi menyampaikan aspirasi terkait keselamatan dan aktivitas kerja harian.
“Saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa. Karena saya hadir di sini menyampaikan salam Bapak Kapolri kepada rekan-rekan, agar supaya ojol yang ada di Republik Indonesia khususnya di Jawa Timur dan khususnya di Batu selalu bersilaturahmi dan berkolaborasi dengan Polri,” kata Kakorlantas, dalam keterangam tertulis, Jumat (6/2/2026).
Irjen Agus menyebut menerima berbagai usulan dari pengemudi ojek online. Salah satunya rencana pendirian Warung Ojol atau Ojol Mart.
Tempat tersebut diusulkan sebagai ruang berkumpul sambil menunggu pesanan pelanggan. Usulan lain berkaitan dengan peran ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Saya hadir di sini sudah biasa komunikasi, dan bahkan ada beberapa usul tentang mungkin ada Ojol Kamtibmas, ada Warung Ojol apa bentuknya. Yang terpenting jaga keselamatan lalu lintas,” tutur dia.
Perwakilan pengemudi ojol, Arif Kurniawan, mengaku bersyukur bisa bertemu Kakorlantas. Ia menilai komunikasi dengan kepolisian selama ini berjalan baik.
“Alhamdulillah kita kerja sama dengan Polres itu sudah lama, terus endingnya kemarin dengan acara Ojol itu ibaratnya apa ya jadi sahabat,” ungkap Arif.
Pengemudi lain, Yadi Ardiansyah, menyoroti rendahnya kesadaran pelajar memakai helm. Ia menyebut kondisi itu kerap memicu masalah di jalan.
“Kebanyakan anak sekolah itu gak mau pakai helm, jadi nanti gimana kadang-kadang yang disalahin mesti driver. Jadi kita minta istilahnya ayo kita datangin ke sekolah-sekolah kita ngasih sosialisasi atau apapun dengan Dishub. Karena takutnya di jalan ya sekecil apapun harus kita perhatikan,” pungkas Yadi.
Rama Pamungkas




