Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kantor SAR Bandung kerahkan personel evakuasi warga korban longsor Pasirlangu

Kantor SAR Bandung kerahkan personel evakuasi warga korban longsor Pasirlangu
X

Hujan deras dengan intensitas tinggi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengakibatkan longsor yang menimbun perkebunan dan rumah warga pada Sabtu (24/1/2026) pukul 02.30 WIB dini hari.

Berdasarkan laporan yang diterima diperlukan evakuasi terhadap warga yang diduga menjadi korban tertimbun longsoran di lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana S.A.P.,M.Si langsung memerintahkan pengerahan personel ke lokasi kejadian baik tim rescue ataupun tim keposkoan.

"Sekitar pukul 08.10 WIB Kami mengerahkan tim aju terlebih dahulu untuk melaksanakan koordinasi dengan unsur SAR yang berada di lapangan, selanjutnya kami juga mengerahkan personel, baik tim rescue maupun tim keposkoan untuk melaksanakan pencarian terhadap korban,” paparnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Elshinta, Sabtu siang.

Status korban saat ini masih dalam pendataan, dan masih dalam proses koordinasi dengan berbagai pihak demi mendapatkan data yang valid, berdasarkan laporan warga dan kondisi di lapangan.

Saat ini tim aju sudah berada di lokasi kejadian dan sedang melaksanakan koordinasi dengan unsur SAR.

Sampai berita ini diturunkan, diperkirakan masih ada 82 orang yang dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian dalam musibah di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ini.

Hingga pukul 12.30 WIB berdasarkan hasil asessment bersama unsur SAR dan pihak desa setempat di perkirakan total terdampak 113 jiwa (34 KK) dengan lokasi terdampak utama.

Rinciannya yaitu di Kampung Pasirkuning Rt 01/11 dengan rincian korban selamat 23 orang, 8 orang meninggal dunia dan 82 orang masih dalam pencarian. Data bersifat sementara dan masih terus dilaksanakan verifikasi lapangan oleh tim SAR Gabungan.

Saat ini tim SAR Gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun dengan observasi visual, penggalian manual, penyemprotan tanah menggunakan alkon dan juga pemantauan menggunakan drone UAV. (Ref/Ter)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire