Kasus keracunan MBG Jakarta, BGN tanggung biaya korban
BGN hentikan dapur MBG usai keracunan massal, puluhan siswa dan guru dirawat di rumah sakit

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Jakarta Timur. Insiden tersebut menyebabkan lebih dari 70 siswa dan guru mengalami gangguan kesehatan.
Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut sekaligus memastikan langkah cepat telah diambil.
“Kami meminta maaf atas kejadian ini. BGN akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Sebagai langkah penanganan awal, BGN langsung menghentikan operasional dapur SPPG di kawasan Pondok Kelapa yang diduga menjadi sumber masalah. Penutupan dilakukan setelah ditemukan sejumlah ketidaksesuaian standar, termasuk tidak adanya sistem pengolahan limbah yang memadai.
Kasus ini mulai terungkap pada Jumat (3/4), ketika sejumlah siswa dan guru mengalami gejala seperti sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan sehari sebelumnya. Menu yang disajikan saat itu meliputi spageti bolognese, bakso, telur orak-arik, tahu, sayuran campur, dan stroberi.
Hasil temuan awal menunjukkan bahwa makanan kemungkinan tidak disajikan dalam kondisi optimal. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab adalah jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan distribusi, sehingga kualitas makanan menurun dan berisiko bagi kesehatan.
BGN menegaskan akan memperketat pengawasan serta memastikan seluruh dapur dalam program MBG memenuhi standar keamanan pangan yang lebih ketat ke depan. Insiden ini juga akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional program.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa sebanyak 72 orang saat ini masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit. Para korban berasal dari empat sekolah, terdiri dari satu sekolah menengah atas dan tiga sekolah dasar di Jakarta Timur.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan BGN dan fasilitas kesehatan guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal serta pemantauan lanjutan.
Dengan adanya kejadian ini, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan standar keamanan pangan dalam program-program publik, guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.




