Kemendag minta Produsen sediakan second brand minyak goreng gurah
Produsen diminta menghadirkan minyak goreng alternatif dengan harga dan kualitas setara Minyak Kita

Sumber foto: Farens Excel
Sumber foto: Farens Excel
Kementerian Perdagangan mendorong produsen menghadirkan minyak goreng alternatif atau second brand dengan harga terjangkau dan kualitas setara Minyak Kita. Langkah ini bertujuan memperluas pilihan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan minyak goreng di pasar.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan produsen telah menyampaikan rencana menghadirkan variasi kemasan minyak goreng sesuai kebutuhan konsumen. Kemasan tersebut antara lain berukuran 500 mililiter, 750 mililiter, hingga 900 mililiter.
“Kita ingin produsen minyak goreng membuat produk minyak yang setara dengan minyak kita, baik dari sisi harga maupun kualitasnya.” ujar Budi Santoso kepada wartawan di Ruang Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat,Jum'at (06/02/2026).
Budi menjelaskan, sebelumnya minyak goreng second brand sempat beredar hingga sekitar 50 merek di pasaran. Namun jumlah itu menurun setelah pemerintah meluncurkan program Minyak Kita sebagai langkah intervensi pasar.
Saat itu, harga minyak goreng global naik dan produsen lebih memilih menyalurkan produk ke pasar ekspor. Kondisi tersebut membuat pasokan minyak goreng dalam negeri sempat terbatas.
Menurut Budi, saat ini harga minyak goreng sudah relatif stabil dan distribusi kembali berjalan normal.
“Minyak Kita jumlahnya terbatas, sehingga kita ingin ada pilihan lain yang harganya tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia.” Ujar Budi.
Kementerian Perdagangan berharap distribusi minyak goreng dari berbagai merek semakin merata di seluruh wilayah.
Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan minyak goreng dengan harga yang kompetitif.
Farens Excel/Rama




