Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemenekraf-Pendopo buka akses pasar ritel bagi 70 pelaku kriya

Kemenekraf-Pendopo buka akses pasar ritel bagi 70 pelaku kriya
X


Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Pendopo Indonesia memperkuat ekosistem dan mendongkrak ekspor produk kriya nasional, melalui program “Ragam Kriya Nusantara: EKRAF x PENDOPO”, di Jakarta, Sabtu (29/11/2025) (ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif)


Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Pendopo Indonesia memperkuat ekosistem dan mendongkrak ekspor produk kriya nasional melalui program “Ragam Kriya Nusantara: EKRAF x PENDOPO” yang diikuti 70 pelaku kriya Nusantara.

Kehadiran Pendopo Indonesia sebagai mitra strategis diharapkan dapat membuka akses pasar ritel yang lebih luas bagi para pelaku kriya yang difasilitasi.

“Subsektor kriya memiliki potensi strategis dan berpeluang menjadi the new engine of growth bagi Indonesia. Talenta kreatif adalah modal penting yang harus terus kita dukung,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers, Minggu.

Ragam Kriya Nusantara: EKRAF x PENDOPO menampilkan mini exhibition yang menghadirkan beragam produk unggulan peserta program Direktorat Kriya, serta berbagai workshop interaktif—mulai dari membuat bag charm, mini wall décor, menghias gantungan kunci, hingga belajar resin—sebagai upaya mendekatkan masyarakat pada proses kreatif kriya sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap subsektor kriya.

Program yang dilaksanakan sejak 26-30 November 2025 ini dirancang sebagai wadah bagi pelaku kriya untuk naik kelas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kapasitas produksi.

"Melalui kolaborasi ini, kita membuka ruang bagi pegiat kriya untuk naik kelas, memperluas pasar, dan menghadirkan produk bernilai tambah tinggi yang tetap berakar pada budaya Nusantara,” tambah Menteri Ekraf.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu sebagai pelaksana program mengatakan subsektor kriya memegang peran penting dalam memperkuat ekonomi kreatif. Terutama melalui peningkatan kualitas, inovasi, dan kesiapan produk untuk menembus pasar yang lebih luas.

Direktur Kriya, Neli Yana, dalam laporannya menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah dan industri ritel merupakan langkah penting dalam membuka peluang komersialisasi serta meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak produk kriya yang memiliki kesempatan dipasarkan secara lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem kreatif yang berkelanjutan,” jelasnya.

Head of Pendopo, Putu Laura, menyampaikan pihaknya memiliki kesamaan visi dengan Kementerian Ekraf, yang ingin menyediakan ruang yang lebih luas bagi pelaku kriya mengenalkan karya mereka kepada publik.

"Melalui sinergi ini, kami berharap jenama lokal dapat semakin dikenal, memiliki akses pasar yang lebih kuat, dan terus mengembangkan kualitas serta keberlanjutan usahanya," kata dia.

Sebagai wujud dukungan pemerintah, kegiatan ini juga selaras dengan arah kebijakan Asta Ekraf, yang menekankan penguatan ekosistem usaha, perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas pelaku, serta pemanfaatan kreativitas untuk mendorong daya saing subsektor kreatif di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta, terdiri atas pelaku ekraf subsektor kriya serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada industri kreatif.

Selain pameran juga ada talkshow yang menghadirkan dua sosok pegiat kriya terkemuka, yaitu F. Widayanto, pendiri F. Widayanto Gallery, serta Thio Siujinata, pendiri Craftote, yang membagikan pengalaman mengenai proses kreatif, tantangan industri, hingga pentingnya menjaga karakter kriya sekaligus tetap relevan di pasar modern.

Melalui diskusi ini, para narasumber menekankan pentingnya inovasi, identitas merek, kualitas produksi, dan keberlanjutan usaha sebagai fondasi agar produk kriya Indonesia semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Dengan terselenggaranya acara ini, Kementerian Ekraf berharap potensi besar subsektor kriya dapat terus berkembang dan menciptakan dampak ekonomi nyata—melalui peningkatan ekspor, terbukanya lapangan kerja kreatif, serta semakin kuatnya identitas kriya Indonesia di pasar global.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire