Kemenhaj & Imigrasi bersatu cegah Haji Ilegal

Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Ahmad Abdullah
Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Ahmad Abdullah
Menjelang musim haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat sinergi dengan pihak Imigrasi untuk mencegah haji ilegal demi mewujudkan Sukses Ritual dalam Tri Sukses Haji. Terkait upaya ini, Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Ahmad Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya turun langsung ke lapangan.
"Kami di Kemenhaj juga melakukan pengawasan di bandara untuk memastikan tidak ada jemaah yang berangkat secara ilegal," tegas Ahmad Abdullah, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).
Langkah pengawasan ini bertujuan agar seluruh jemaah, khususnya jemaah lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas, dapat beribadah dengan gembira dan aman. Mengenai kolaborasi lintas sektoral ini, Sekretaris Ditjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Achmad Gunawan, memberikan pernyataannya.
"Kami akan mengikuti tim satgas Kemenko, karena jika bergerak sendiri, kekuatan kami akan lebih terbatas," kata Achmad Gunawan.
Masyarakat terus diedukasi untuk menggunakan jalur resmi guna mencegah kerugian yang berdampak pada Sukses Ekosistem Ekonomi umat. Menyoroti besarnya potensi kerugian dari praktik ilegal ini, Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Keimigrasian, Achmad Brahmantyo Machmud, memberikan peringatan.
"Jika satu orang jemaah haji ilegal membayar sekitar 100 juta, maka angka tersebut bisa mencapai ratusan milyar jika banyak yang lolos ke Arab Saudi," ungkap Achmad Brahmantyo Machmud.
Selain itu, calon jemaah haji juga diimbau waspada terhadap tawaran penyalahgunaan visa pekerja untuk ibadah agar ukhuwah dan keadaban dalam pilar Sukses Peradaban tetap terjaga. Terkait risiko hukum yang menanti para pelanggar aturan visa, Achmad Brahmantyo Machmud kembali mengingatkan.
"Jemaah yang berangkat ilegal bisa tertangkap dan dijatuhi hukuman berupa denda atau larangan untuk bepergian dalam waktu lama," tambah Achmad Brahmantyo Machmud.
Sinergi Kemenhaj dan kementerian terkait menjadi fondasi kuat untuk memastikan penyelenggaraan haji 2026 berjalan tertib. Menutup pemaparannya mengenai langkah preventif ini, Achmad Brahmantyo Machmud menyampaikan optimismenya.
"Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan sistem pengawasan dan pencegahan, serta memastikan seluruh jemaah haji yang berangkat pada 2026 dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman serta secara sah," tutup Achmad Brahmantyo Machmud.
Bhery Hamzah/Ter




