Kemenhaj rilis Buku Manasik Haji 2026, bisa diunduh gratis oleh jemaah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi meluncurkan Buku Paket Bimbingan Manasik Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M sebagai panduan resmi jemaah Indonesia dalam mempersiapkan ibadah haji dan umrah. Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan buku ini disusun untuk membangun kemandirian jemaah, baik dari sisi pemahaman fikih maupun penghayatan spiritual.
“Buku manasik ini dirancang agar jemaah memahami tata cara ibadah sekaligus makna dan tujuan ibadah haji itu sendiri,” ujar Irfan Yusuf, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menhaj menjelaskan, buku manasik edisi 2026 juga memuat materi khusus bagi jemaah lanjut usia sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi mayoritas jemaah haji Indonesia.
“Materi manasik disajikan secara komprehensif, kontekstual, mudah dipahami, dan aplikatif, dengan pendekatan yang memudahkan jemaah lansia, perempuan, penyandang disabilitas, serta jemaah berisiko tinggi,” kata Irfan Yusuf.
Ia menambahkan, buku ini mengedepankan pendekatan fikih taysir atau kemudahan, sehingga jemaah tetap dapat menunaikan ibadah sesuai kemampuan fisik dan kondisi kesehatannya.
“Prinsip kemudahan menjadi fondasi agar jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan sah secara syariat,” ujar Irfan Yusuf.
Selain itu, buku manasik haji dan umrah 1447 H/2026 M juga mengusung konsep moderasi manasik, dengan menghadirkan pilihan pandangan hukum yang argumentatif dan relevan dengan kondisi jemaah di lapangan.
“Pendekatan moderat ini penting agar jemaah tidak terjebak pada satu pandangan yang menyulitkan,” tutur Irfan Yusuf.
Buku ini juga dilengkapi dengan penjelasan filosofis dan nilai spiritual dari setiap rangkaian ibadah, termasuk makna penggunaan pakaian ihram sebagai simbol kesetaraan seluruh manusia di hadapan Allah.
“Kami ingin jemaah tidak hanya menjalankan ritual, tetapi juga memahami pesan spiritual di baliknya,” jelas Irfan Yusuf.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyatakan peluncuran buku manasik ini merupakan bagian dari transformasi layanan haji yang terus dilakukan pemerintah.
“Buku ini menjadi instrumen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan haji yang profesional, berintegritas, dan bernilai ibadah,” kata Puji Raharjo.
Menurutnya, bimbingan manasik yang baik akan berdampak langsung pada kesiapan jemaah sebelum dan saat berada di Tanah Suci.
“Dengan bimbingan yang tepat, insya Allah jemaah akan lebih siap secara mental dan spiritual dalam menunaikan ibadah haji,” ujar Puji Raharjo.
Selain Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Kemenhaj juga merilis Buku Kumpulan Doa dan Zikir Haji dan Umrah yang menjadi satu paket dalam Bimbingan Manasik Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M.
“Kedua buku ini saling melengkapi sebagai pegangan jemaah selama proses bimbingan hingga pelaksanaan ibadah,” kata Puji Raharjo.
Kemenhaj memastikan seluruh panduan tersebut dapat diakses secara luas oleh jemaah dan masyarakat umum melalui layanan unduhan digital.
“Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M serta Buku Kumpulan Doa dan Zikir Haji dan Umrah dapat diunduh secara gratis melalui laman resmi Kementerian Haji dan Umrah,” ujar Puji Raharjo.
MCH 2026/Kemenhaj/Beh/Ter




