Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemenlu: Temuan awal PBB ungkap keterlibatan tank Israel dalam gugurnya 3 prajurit TNI

Indonesia mendesak investigasi lanjutan PBB dilakukan transparan untuk memastikan akuntabilitas atas serangan terhadap pasukan perdamaian

Kemenlu: Temuan awal PBB ungkap keterlibatan tank Israel dalam gugurnya 3 prajurit TNI
X

Pemerintah Indonesia mengutuk keras dugaan keterlibatan militer Israel dalam insiden yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon, berdasarkan temuan awal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan hasil investigasi awal atau preliminary findings dari PBB mengindikasikan adanya tembakan tank dari militer Israel dalam salah satu insiden.

“Memang ini masih preliminary findings. Tapi teman-teman mungkin juga sudah membaca apa yang dilaporkan oleh Jubir UN bahwa berdasarkan temuan awal, salah satu insidennya melibatkan tembakan tank dari militer Israel. Tentunya Indonesia mengutuk keras serangan Israel tersebut,” ujar Yvonne, saat Konfrensi Perd di Kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil tersebut masih bersifat awal dan pemerintah tetap mendorong investigasi lanjutan yang menyeluruh dan berbasis bukti.

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia akan terus mendorong agar investigasi dilakukan secara menyeluruh dan tidak didasarkan pada spekulasi.

“Intinya, kita mendesak investigasi secara transparan dan komprehensif,” kata dia.

Pelaksana Tugas Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Ancilla, menyampaikan bahwa United Nations Department of Peace Operations (UNDPO) telah menyerahkan hasil investigasi awal kepada Pemerintah Indonesia pada 6 April 2026.

“Hasil investigasi awal tersebut terkait insiden pada 29 dan 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL),” ujar Veronica.

Veronica menegaskan, Indonesia telah mencatat temuan awal tersebut dan mendesak agar investigasi dilanjutkan secara menyeluruh, transparan, dan akuntabel.

Indonesia juga meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut diselidiki dan diadili, serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas serangan terhadap personel penjaga perdamaian.

“Indonesia mendukung agar UNIFIL menyampaikan protes resmi kepada pihak-pihak terkait,” kata dia.

Menurut Veronica, tindakan yang menyebabkan gugurnya dan terlukanya personel TNI merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Pemerintah Indonesia akan meminta PBB untuk mendesak otoritas terkait agar menyelidiki, mengadili, dan memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku,” ujarnya.

Selain dua insiden pada akhir Maret, Indonesia juga meminta agar investigasi terhadap insiden lain pada 3 April turut dilanjutkan.

Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.

“Keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian tidak dapat ditawar. Semua tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” kata Veronica.

Awaluddin/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire