Top
Begin typing your search above and press return to search.

KemenPAN-RB: Peluang karier ASN terbuka untuk peneliti dan perekayasa

KemenPAN-RB: Peluang karier ASN terbuka untuk peneliti dan perekayasa
X

Ilustrasi: peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ANTARA/HO-BRIN

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Aba Subagja menyebutkan peluang karier Aparatur Sipil Negara (ASN) terbuka lebar di bidang iptek, seperti peneliti dan perekayasa.

Dalam keterangan di Jakarta, Selasa, Aba mengatakan saat ini jumlah ASN di Indonesia mencapai sekitar 6,5 juta orang, dengan komposisi terbesar berada pada jabatan fungsional. Sementara itu jabatan struktural hanya sekitar lima persen dari total ASN.

"Artinya peluang karier ASN sebenarnya lebih terbuka luas di jabatan fungsional, termasuk jabatan fungsional di bidang iptek seperti peneliti dan perekayasa," katanya.

Aba mengatakan penguatan SDM iptek, termasuk di bidang nuklir, perlu didukung melalui penataan sistem kepegawaian ASN secara lebih terarah. Menurut Aba, jabatan fungsional memiliki peran penting sebagai fondasi utama dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi di lembaga pemerintah.

Pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) misalnya, kata dia, pengembangan riset dan inovasi sangat bergantung pada keberadaan peneliti dan perekayasa yang menjadi tulang punggung organisasi. Ia menambahkan saat ini juga tengah dilakukan penataan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) ASN, termasuk melalui penyusunan postur ASN di BRIN untuk melihat komposisi kebutuhan pegawai secara lebih proporsional.

Dengan pendekatan tersebut, lanjutnya, kebutuhan tenaga ahli pada bidang tertentu, termasuk tenaga nuklir, dapat direncanakan secara lebih sistematis dalam jangka menengah.

"Postur ini nanti akan menentukan berapa kebutuhan SDM, misalnya tenaga nuklir. Kalau kebutuhannya seribu, maka akan dikunci dalam grand design pemenuhan SDM selama lima tahun," ujar Aba.

Selain melalui rekrutmen baru, Aba menyebutkan pengisian kebutuhan SDM juga dapat dilakukan melalui skema mobilitas talenta ASN, yakni dengan memanfaatkan pegawai yang memiliki kompetensi relevan untuk berpindah ke bidang atau jabatan yang dibutuhkan.

Ia menggarisbawahi penguatan manajemen talenta menjadi kunci agar SDM iptek di lembaga pemerintah dapat berkembang sekaligus bertahan dalam jangka panjang.

"Talenta-talenta di bidang iptek perlu dikelola dengan baik, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengembangan kompetensi, hingga manajemen kariernya," tutur Aba Subagja.

Diketahui BRIN memproyeksikan kebutuhan sekitar 200 peneliti baru di bidang nuklir guna mendukung pengembangan energi nuklir nasional, yang mencakup rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama yang ditargetkan beroperasi pada 2032.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire