Top
Begin typing your search above and press return to search.

KemenPPPA dorong perempuan jadi penggerak ketahanan pangan desa lewat kebun lokal

Program kebun pangan lokal ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus kemandirian ekonomi keluarga

KemenPPPA dorong perempuan jadi penggerak ketahanan pangan desa lewat kebun lokal
X

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, mendorong penguatan peran perempuan dalam ketahanan pangan melalui program kebun pangan lokal berbasis desa.

Program ini dinilai menjadi solusi untuk mengatasi persoalan distribusi pangan dan keterbatasan akses transportasi di sejumlah wilayah, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Veronica menegaskan, perempuan harus menjadi pelaku utama dalam program tersebut, bukan sekadar penerima manfaat.

“Program kebun pangan lokal perempuan ini dirancang agar pelaku utamanya adalah perempuan dengan kepemimpinan yang kuat di tingkat desa,pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pembangunan inklusif yang berakar dari kebutuhan masyarakat lokal, ” ujar Veronica saat menghadiri dialog Nasional tentang Pemberdayaan Masyarakat, di Pemprov DKI, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, penguatan peran perempuan di tingkat desa akan memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita bicara desa sebagai unit terkecil pembangunan, maka dampak terbesar justru akan terasa dari sana,bahwa penguatan perempuan di desa akan memberikan efek berantai terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas.” Ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program ini akan diintegrasikan ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa agar perempuan memiliki ruang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan keterlibatan perempuan dalam setiap program pembangunan desa, dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah.

Kementerian PPPA turut menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian, guna mengintegrasikan program ketahanan pangan dengan pemberdayaan perempuan.

Sebagai tahap awal, program ini telah diuji coba di delapan lokasi prioritas, termasuk wilayah padat penduduk dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah daerah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi Selatan.

Veronica menilai pendekatan berbasis komunitas lokal menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program.

“Kami melihat dari komunitas kecil, bagaimana perempuan bisa menjadi penggerak utama dalam memastikan ketersediaan pangan keluarga,bahwa pendekatan ini tidak hanya soal produksi, tetapi juga pengelolaan dan keberlanjutan ekonomi keluarga.” ujarnya.

Farens Excel/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire