Kemensos mulai verifikasi PBI BPJS Kesehatan hari ini
Verifikasi PBI BPJS Kesehatan libatkan puluhan ribu petugas dan BPS

Kementerian Sosial mulai verifikasi lapangan peserta PBI BPJS Kesehatan yang sempat dinonaktifkan.
Verifikasi PBI BPJS ini melibatkan puluhan ribu pendamping PKH, petugas BPS, dan mitra statistik.
Langkah ini bagian dari pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadir bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
“Sesuai arahan Pak Menko, Alhamdulillah hari ini kita tindaklanjuti keputusan bersama DPR beberapa waktu lalu untuk memulai ground check,” kata Gus Ipul di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Verifikasi PBI BPJS dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan tepat sasaran.
“Ya ini melibatkan puluhan ribu pendamping PKH, petugas BPS atau mitra statistik dan mudah-mudahan masyarakat mau memberikan informasi yang sejujur-jujurnya,” ujarnya.
Gus Ipul meminta petugas bekerja sesuai standar BPS dan tidak mengisi data berdasarkan asumsi.
“Ingat, data yang saudara isi akan menentukan siapa yang dilindungi oleh negara,” tuturnya.
Ia menegaskan ground check PBI adalah tugas nasional yang harus selesai tepat waktu.
“Ground check ini adalah mandat nasional yang harus kita selesaikan bersama-sama,” kata Gus Ipul.
Ia juga mengingatkan petugas menjaga integritas selama Ramadan.
“Saya memahami bahwa tugas ini tidak ringan, apalagi dilaksanakan dalam suasana bulan suci Ramadan. Namun justru di bulan penuh berkah ini, setiap langkah saudara menjadi bagian dari pengabdian yang bernilai ibadah,” ujarnya.
Kepala BPS Amalia menjelaskan verifikasi PBI dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama menyasar peserta PBI dengan penyakit kronis atau katastropik.
“Ground check tahap pertama ini akan dilakukan kepada 106.153 individu atau kira-kira 104.000 keluarga,” kata Amalia.
Tahap pertama ditargetkan selesai pada 14 Maret 2026.
Tahap kedua dimulai 1 April 2026 setelah Lebaran.
Tahap kedua menyasar seluruh peserta PBI yang dinonaktifkan dan bukan penderita kronis.
“Jadi diperkirakan akan selesai di akhir bulan April untuk yang tahap kedua, dimana tahap kedua ini adalah ground check untuk sekitar 11 juta individu atau kalau kita konversi kepada keluarga kira-kira 5,9 juta keluarga,” jelasnya.
Menko Muhaimin Iskandar berharap verifikasi PBI BPJS membuat data semakin akurat.
“Hari ini dari Kementerian Sosial, Baik Dinas Sosial, Petugas PKH, dan seluruh jajaran BPS memulai grond check data yang kita butuhkan, sehingga penerima bantuan iuran benar-benar yang berhak menerima dapat menerima, yang tidak berhak menyadari bahwa ada yang lebih berhak menerima,” katanya.
Suwiryo




