Kementan alokasikan Rp 12 triliun untuk program bibit dan irigasi
Kementerian Pertanian memplot anggaran Rp 12 triliun untuk hibah bibit perkebunan dan perbaikan sistem irigasi di berbagai wilayah lumbung pangan.

Awaluddin/Elshinta
Awaluddin/Elshinta
Kementerian Pertanian mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp 12 triliun yang difokuskan untuk sektor pertanian nasional. Dana tersebut rencananya akan disalurkan dalam bentuk bantuan tanaman perkebunan, pengembangan sistem irigasi, hingga percepatan cetak sawah baru.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan luas tanam secara signifikan dalam tiga tahun ke depan. Fokus utama program ini mencakup hibah tanaman dan penguatan infrastruktur pengairan di berbagai daerah lumbung pangan.
“Kami target tahun 2025, 2026, 2027 yang pertama adalah ada bantuan Bapak Presiden langsung, nilainya untuk tanaman itu gratis, hibah, totalnya Rp 9,95 triliun dalam bentuk tanaman dan pupuk organik diberikan secara gratis,” ujar Amran usai rapat bersama bupati se-Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Program bantuan bibit dan pupuk gratis tersebut menyasar pengembangan lahan seluas 870.000 hektar dengan fokus pada komoditas tebu, kopi, kakao, mente, pala, dan kelapa. Selain bantuan bibit, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp 3 triliun untuk sektor irigasi, termasuk pompanisasi dan pembangunan jaringan pengairan.
“Ada tambahan 30.000 hektar cetak sawah baru. Kemudian irigasi pompanisasi dan seterusnya mencapai 1,5 juta hektar seluruh Indonesia. Kami dorong anggaran kita untuk hari ini untuk irigasi 3 triliun lebih. Jadi ada 12 triliun kita bagi,” kata Amran.
Mengenai penyaluran bantuan, Amran menyatakan bahwa distribusi tidak akan dilakukan secara merata ke seluruh wilayah. Pemerintah akan memprioritaskan daerah yang menunjukkan kesiapan dan komitmen dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Yang hadir sudah pasti dapat bantuan. Tapi tidak dibagi rata. Tergantung rajinnya bupati dan potensi wilayah. Kalau tidak respons, program bisa macet dan dananya kembali, ini yang kami hindari,” tegasnya.
Terkait ketahanan pangan nasional, pihak kementerian mengeklaim posisi stok cadangan beras dalam kondisi aman meski terdapat potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Amran memproyeksikan stok nasional dalam waktu dekat akan mencapai angka 5 juta ton.
“Kalau ada El Nino ekstrem, tidak masalah. Stok kita tiga hari ke depan insya Allah 5 juta ton. Ini tertinggi sejak republik ini merdeka,” ujarnya.
Awaluddin Marifatullah/Rama




