Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kemkum DIY gelar peringatan Hari Kekayaan Intelektual di Malioboro

Kemkum DIY gelar peringatan Hari Kekayaan Intelektual di Malioboro
X

Kementerian Hukum Republik Indonesia Kantor Wilayah (Kanwil) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia dengan tema "Kekuatan Kekayaan Intelektual dalam dunia Olahraga" di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Minggu.

"Melalui tema ini kami mendorong pendaftaran hak kekayaan intelektual di bidang yang mendukung olahraga di Indonesia. Jadi kita punya olahraga, kita dukung," kata Kepala Kemkum Kanwil DIY Agung Rektono Seto di Teras Malioboro Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, melalui tema tersebut, berbagai merk yang berhubungan dengan olahraga, termasuk game e-sport, aplikasi permainan online juga dapat mendaftarkan merek dan izin mendapatkan perlindungan dari pemerintah.

"Tentunya penting karena kita tahu bahwa game online itu luar biasa, hampir semua anak muda menggunakan game online, ini kalau dilindungi akan mendapatkan perlindungan karena punya nilai ekonomi yang tinggi, jangan sampai nanti diakui oleh pihak yang lain yang tidak berhak," katanya.

Dia mengatakan, terlebih di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya ini terdapat berbagai potensi pada bidang yang mendukung olahraga yang bisa didaftarkan hak kekayaan intelektual, sehingga harapannya bisa mendapatkan jaminan perlindungan hukum.

"Mudah-mudahan nanti akan mendorong pendaftaran program lain, merk, paten, indikasi geografis, desain industri karena nanti bisa mendukung perekonomian masyarakat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dia juga mengatakan, apalagi Yogyakarta merupakan kota budaya, sehingga pihaknya mendorong mereka mendaftarkan hak cipta merek paten, indikasi geografis, desain Industri, agar jangan sampai nanti diklaim atau diakui pihak lain.

"Karena bisa jadi dari awalnya tidak dilindungi, tahu tahu sudah mendunia nanti ada yang mengklaim, kita kalah. Inilah awal kita gugah kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan terkait hak kekayaan intelektual yang mereka miliki," katanya.

Dalam kegiatan Hari Kekayaan Intelektual di Teras Malioboro tersebut, Kanwil DIY mengadakan acara senam bersama, layanan konsultasi terkait hak kekayaan intelektual, sebagai upaya sosialisasi dan mengajak perorangan atau badan usaha mendaftarkan hak kekayaan intelektual.

"Kami membuka layanan bagi siapapun, boleh karena ini harus dari awal harus kita galakkan, kita sosialisasikan kepada masyarakat, supaya mereka tahu, pemerintah hadir dalam perlindungan kekayaan intelektual," katanya.

Dipilihnya Teras Malioboro ini karena menurut Kanwil DIY merupakan tempat yang baik, tempat berkumpulnya orang-orang yang tidak hanya dari Yogyakarta, melainkan seluruh Indonesia hadir di Malioboro, bahkan yang datang ke Malioboro juga berbagai macam usia dan latar belakang.

"Mudah mudahan ini dapat menggelorakan semakin mendukung pariwisata yang ada di Yogyakarta. Kegiatan ini didukung Pemerintah DIY, dan pemerintah daerah kabupaten kota, berbagai stakeholder yang ada di Yogyakarta," katanya.

Sementara itu, pengelola Sekolah Sanggar Cilik Wonosobo Jawa Tengah Umar Kusumah yang memanfaatkan layanan konsultasi hak kekayaan intelektual di Teras Malioboro, mengatakan setelah mendapat penjelasan secara detail, mengaku mudah dalam mengurus perizinan hak paten.

Dia mengatakan, lembaga pendidikan yang dikelola selama 20 tahun ini model pembelajaran memang belum didaftarkan hak paten karena kekurangtahuan dalam mengurus, namun setelah berkunjung ke Teras Malioboro dan kebetulan ada layanan konsultasi maka dimanfaatkan.

"Ini unik karena hadir di tengah masyarakat, dan ini menjawab pertanyaan lembaga saya, saya kepingin daftar hak paten dimana, dan tadi begitu jalan ke sini, langsung saya datengin kebetulan ketemu layanan ini. Ini momentum saja karena kebetulan ada di Yogyakarta," katanya.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire