Top
Begin typing your search above and press return to search.

KNKT: Pesawat keluar landasan dominasi insiden udara 2025

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat pesawat keluar landasan pacu masih menjadi jenis kejadian paling dominan dalam kecelakaan dan kejadian serius penerbangan yang di investigasi sepanjang 2025.

KNKT: Pesawat keluar landasan dominasi insiden udara 2025
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat pesawat keluar landasan pacu masih menjadi jenis kejadian paling dominan dalam kecelakaan dan kejadian serius penerbangan yang di investigasi sepanjang 2025.


Pelaksana Tugas Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Henry Poerborianto menyampaikan, subkomite telah melakukan 19 investigasi pada 2025 yang terdiri atas sembilan kecelakaan dan 10 kejadian serius.

“Dari 19 investigasi tersebut, kejadian yang paling banyak adalah pesawat keluar landasan atau runway excursion,” kata Henry dalam acara "Media Rilis Capaian Kinerja KNKT 2025" di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, runway excursion merupakan kondisi ketika pesawat tidak mampu berhenti secara aman di landasan atau keluar dari batas landasan saat lepas landas maupun mendarat.

Berdasarkan klasifikasi KNKT, dari 19 investigasi pada 2025 tersebut, pesawat keluar landasan tercatat tujuh peristiwa, disusul kegagalan sistem/komponen mesin sebanyak tiga peristiwa dan kontak tidak normal dengan landasan (abnormal runway contact) tiga peristiwa.

KNKT juga mencatat investigasi terkait turbulensi sebanyak dua peristiwa, pesawat dalam kendali pilot namun menabrak permukaan bumi (controlled flight into terrain/CFIT) dua peristiwa, serta masing-masing satu peristiwa terkait bahan bakar dan layanan navigasi/manajemen lalu lintas udara.

Dalam kurun 2021–2025, Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT telah menginvestigasi 105 peristiwa penerbangan yang mencakup kecelakaan dan kejadian serius.

Pada 2025, jumlah investigasi penerbangan tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total korban jiwa sebanyak 12 orang.

KNKT juga mencatat tiga peristiwa menonjol pada 2025, yakni kecelakaan helikopter Airbus H145 di Kalimantan Tengah, helikopter AS350B3 di Papua Tengah, serta kegagalan mesin pesawat GA 8 Airvan yang melakukan pendaratan darurat di Karawang.

Sepanjang 2025, Subkomite Penerbangan menyelesaikan enam laporan akhir investigasi serta menyiapkan tiga konsep laporan akhir yang masih dalam tahap konsultasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

Dari laporan yang diselesaikan itu, KNKT mengidentifikasi sejumlah isu keselamatan, antara lain belum optimalnya pemanfaatan data penerbangan untuk pemantauan kinerja pilot dan pesawat, serta kelemahan implementasi prosedur operasional seperti landing checklist dan penerapan pendekatan pendaratan tidak stabil.

“Sebagian operator sudah memiliki prosedur, tetapi pelaksanaannya belum selalu konsisten di lapangan,” ujar Henry.

Selain itu, pengelolaan kelelahan awak pesawat juga menjadi isu keselamatan yang dinilai perlu penguatan dari sisi panduan teknis dan pengawasan implementasi.

Berdasarkan capaian 2025, KNKT menerbitkan 16 rekomendasi keselamatan yang sebagian besar ditujukan kepada operator pesawat dan otoritas terkait.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan, rekomendasi keselamatan dikeluarkan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.

“Rekomendasi keselamatan kami dorong agar ditindaklanjuti secara nyata oleh operator dan otoritas, sehingga risiko kecelakaan dapat terus ditekan,” tutur Soerjanto.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire