Top
Begin typing your search above and press return to search.

Komitmen haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, di Manasik Nasional

Komitmen haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, di Manasik Nasional
X

Wamenhaj Dahnil bersama lansia calon jemaah haji

Pemerintah terus menghadirkan wujud nyata pelayanan terbaik bagi jemaah haji sejak sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Manasik Haji Nasional yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2/2026), dengan mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.

Kegiatan manasik ini bertujuan memberikan pemahaman manasik haji yang komprehensif agar jemaah mampu beribadah secara mandiri dan sah, sekaligus menyiapkan mental dan fisik jemaah dalam menghadapi dinamika pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi. Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan komorbid, sesuai dengan demografi jemaah haji Indonesia saat ini.

Direktur Jenderal Direktur Bina Penyelenggaran Haji dan Umrah, Puji Raharjo menegaskan bahwa manasik haji nasional menjadi bagian penting dari transformasi layanan haji yang lebih berorientasi pada kenyamanan dan keselamatan jemaah.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah sejak dari tanah air. Melalui manasik ini, jemaah tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap secara mental, fisik, dan pengetahuan,” ujar Puji.

Puji menegaskan, konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan merupakan respon atas kondisi riil jemaah haji Indonesia yang sebagian besar didominasi kelompok rentan. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat, tanpa mengurangi keabsahan ibadah.

Manasik Haji Nasional ini dilaksanakan secara hybrid, diikuti oleh 2.200 jemaah secara luring dari provinsi DKI Jakarta dan 201.120 jemaah secara daring melalui Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah di seluruh Indonesia. Pelaksanaan hybrid ini memungkinkan jangkauan layanan edukasi yang lebih luas dan merata.

Lebih lanjut, Puji menegaskan bahwa selain penguatan materi manasik, manasik ini juga menekankan pentingnya istithaah kesehatan sebagai syarat utama keberangkatan haji.

"Jemaah dibekali pemahaman mengenai hak dan larangan selama berhaji, termasuk pemanfaatan rukhshah (keringanan) bagi jemaah lansia dan disabilitas sesuai ketentuan syariat," jelasnya.

Tak kalah penting, manasik haji nasional ini juga menanamkan kesadaran bahwa setiap jemaah haji Indonesia memiliki peran sebagai duta bangsa, yang membawa nama baik Indonesia melalui sikap, perilaku, dan kedisiplinan selama berada di Tanah Suci.

Melalui manasik haji nasional ini, pemerintah berharap terbangun kesadaran kolektif bahwa manasik bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan haji yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

Humas Kemenhaj/Beh/Ter

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire