Konsolidasi BUMN logistik semester pertama 2026

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria ketika menyampaikan arahan saat pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon I dan II di BP BUMN, Jakarta, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/HO-BP BUMN)
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria ketika menyampaikan arahan saat pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon I dan II di BP BUMN, Jakarta, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/HO-BP BUMN)
Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyebut merger BUMN di sektor logistik akan segera rampung di semester pertama 2026.
Dalam keterangan di Jakarta, Selasa, Dony menyampaikan PT Pos yang menjadi jangkar BUMN di sektor logistik akan diperkuat dengan konsolidasi sejumlah anak usaha BUMN sektor logistik. Anak usaha itu di antaranya Semen Logistik, Pupuk Logistik, Angkasa Pura Logistik, dan KAI Logistik.
Menurut dia, konsolidasi ini adalah untuk membentuk ekosistem BUMN logistik yang kuat dan efisien.
"Karena kita punya anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang logistik itu totalnya banyak sekali kan. Kita mau bikin lebih efisien, lebih baik, lebih strong, maka langkah selanjutnya adalah merger," kata Dony.
Dony mengatakan, konsolidasi BUMN logistik direncanakan rampung dalam semester pertama di tahun ini. Diawali dengan perubahan struktur direksi di PT Pos yang sudah rampung, kini proses konsolidasi seluruh BUMN sektor logistik sedang berjalan. Lebih lanjut, kata Dony, pada prinsipnya proses optimalisasi BUMN mengacu pada semangat untuk menciptakan bisnis yang lebih efektif dan efisien. Optimalisasi itu di antaranya melalui konsolidasi.
"Setelah melakukan fundamental business review seluruh perusahaan, hasilnya ada empat. Yang pertama ada di likuidasi, kedua ada di divestasi, ketiga konsolidasi, dan keempat dilakukan restrukturisasi," ujar Dony.
Dalam sektor logistik optimalisasi lewat konsolidasi dinilai akan semakin memperkuat peran BUMN yang tak hanya dalam ekosistem bisnis logistik dalam negeri melainkan juga regional. Hal ini sekaligus untuk menjamin semakin lancarnya alur distribusi logistik dari suplier pada masyarakat.




