Top
Begin typing your search above and press return to search.

KSP: Program KNMP dirancang perkuat posisi tawar nelayan

Program Kampung Nelayan Merah Putih dibangun terintegrasi dari hulu ke hilir untuk meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan kesejahteraan nelayan.

KSP: Program KNMP dirancang perkuat posisi tawar nelayan
X

Pemerintah mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi nelayan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, guna meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan kesejahteraan.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan, persoalan utama nelayan tidak hanya pada produksi, tetapi juga sistem usaha yang masih berjalan sendiri-sendiri.

“Pemerintah menjalankan Program KNMP sebagai langkah penguatan ekonomi nelayan, yang dirancang untuk mengatasi persoalan mendasar seperti rendahnya produktivitas hingga terbatasnya akses pasar,” ungkap Qodari dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembenahan sistem usaha nelayan.

Salah satu contoh implementasi dilakukan di Desa Pujiharjo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di wilayah tersebut, nelayan kini memiliki akses terhadap pabrik es, cold storage, serta rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Fasilitas tersebut membantu menekan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan.

Pengembangan serupa juga dilakukan di Desa Samber-Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang dijadikan lokasi percontohan nasional.

Di wilayah ini dibangun dermaga, gudang beku, serta sentra ekonomi nelayan yang memungkinkan distribusi hasil tangkapan hingga ke Pulau Jawa.

“Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa KNMP bukan sekedar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk intervensi negara yang sistematis untuk memperkuat posisi nelayan, membuka akses pasar, dan menjadikan nelayan sebagai pelaku ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing,” jelas Qodari.

Menurut dia, program tersebut berdampak pada peningkatan produktivitas dan pendapatan nelayan.

Produktivitas nelayan di Samber-Binyeri meningkat dari 5,35 ton menjadi 10,85 ton per tahun per nelayan. Sementara itu, hari melaut bertambah dari sembilan hari menjadi 13 hari.

“Ini menunjukkan bahwa dengan dukungan sarana dan sistem yang tepat, kemampuan produksi nelayan bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dan hari kerja untuk melaut lebih sering dan lebih produktif,” kata Qodari.

Selain itu, pendapatan nelayan meningkat sekitar 75 persen per bulan, sedangkan nilai tambah penjualan ikan naik hingga 190 persen.

Program ini juga membuka lapangan kerja baru, dari dua jenis pekerjaan menjadi 12 jenis pekerjaan, termasuk di sektor pengolahan, logistik, dan usaha kuliner.

“Jumlah tenaga kerja juga meningkat dari 120 orang menjadi 170 orang, atau naik 47 persen, yang artinya satu kampung nelayan bisa menghidupi lebih banyak masyarakat,” imbuhnya.

Qodari menambahkan, perbaikan sistem distribusi turut menjaga kualitas ikan dan membuat harga lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Jadi kalau kita lihat secara utuh, program Kampung Nelayan Merah Putih ini bukan hanya membangun kampung, melainkan membangun sistemnya, ekonominya, dan kehidupan masyarakatnya. Pendapatan naik, produksi naik, pekerjaan bertambah, dan ekonomi desa bergerak,” tutup Qodari.

Rizki Rian Saputra/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire