Legislator apresiasi Jakarta jadi kota teraman
DPRD DKI nilai capaian Jakarta sebagai kota teraman perlu diikuti peningkatan transportasi publik.

Istimewa
Istimewa
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, menyambut positif capaian Jakarta sebagai salah satu kota teraman di Asia Tenggara berdasarkan laporan Global Residence Index 2026.
Dalam laporan tersebut, Jakarta menempati peringkat kedua dengan skor keamanan 0,72, berada di bawah Singapura (±0,90), serta mengungguli kota-kota besar lain seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila.
Menurut Wa Ode, capaian ini tidak lepas dari berbagai faktor, mulai dari integrasi transportasi publik, digitalisasi layanan, penguatan ruang publik, hingga pengendalian risiko perkotaan.
Ia juga menilai kepemimpinan Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Rano Karno sebagai Wakil Gubernur turut mendorong transformasi Jakarta menjadi kota global yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.
“Kita senang sekali, tapi tentu harus terus ditingkatkan,” ujarnya, Selasa (14/4).
Wa Ode menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas transportasi publik, khususnya integrasi antarmoda hingga ke kawasan permukiman. Ia menyebut aspirasi tersebut kerap disampaikan masyarakat, terutama terkait kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Salah satu solusi yang didorong adalah penguatan layanan angkutan pengumpan (feeder) seperti JakLingko agar menjangkau lebih banyak wilayah permukiman.
“Kalau JakLingko diperbanyak, warga akan lebih mudah dan nyaman mengakses transportasi utama,” katanya.
Selain itu, Wa Ode juga menekankan pentingnya penambahan armada saat momen tertentu seperti pertandingan olahraga dan konser, guna mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.
Dalam sistem transportasi terintegrasi, Transjakarta dinilai sebagai tulang punggung mobilitas warga yang perlu terus ditingkatkan dari sisi kenyamanan, aksesibilitas, dan efisiensi.
“Kalau ada event besar, armada harus ditambah supaya masyarakat lebih nyaman menggunakan transportasi umum,” ujarnya.
Ia berharap peningkatan layanan transportasi publik dapat semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai kota aman dan nyaman bagi warganya. (BAI)




