Top
Begin typing your search above and press return to search.

Legislator desak Pemprov DKI segera benahi manajemen Transjakarta

Legislator desak Pemprov DKI segera benahi manajemen Transjakarta
X

Sejumlah petugas melihat bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan bertabrakan dengan sesama bus TransJakarta di jalur layang atau jalur langit Koridor 13, Cipulir, Jakarta, Senin (23/2/2026). Tabrakan tersebut diduga karena kedua sopir mengantuk dan sebanyak 18 penumpang mengalami luka ringan dalam peristiwa itu. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Francine Widjojo mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk segera membenahi sistem manajemen Transjakarta setelah transportasi publik tersebut kembali kecelakaan.

"Saya minta Pemprov DKI Jakarta memastikan kecelakaan ini tidak terulang lagi di kemudian hari," kata Francine di Jakarta, Rabu.

Francine meminta pembenahan sistem manajemen agar para pengemudi dapat ditugaskan mengambil bus-bus dari depot yang ada di dekat rumahnya sendiri. Karena, kata dia, pada kecelakaan yang menyebabkan 24 penumpang mengalami luka ringan akibat guncangan saat tabrakan terjadi, diduga sopir yang berinisial Y mengantuk dan masuk ke jalur berlawanan.

Francine menegaskan, kecelakaan ini merupakan pelajaran pahit bagi Pemprov DKI Jakarta dan Transjakarta untuk tidak membiarkan sopir membawa bus dalam keadaan mengantuk.

"Para sopir tidak boleh mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk. Transjakarta harus memastikan sopirnya selalu berada dalam kondisi prima ketika berkendara," ujar anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta ini.

Francine juga mempertanyakan keberadaan "command center" milik Transjakarta yang seharusnya dapat lebih dioptimalkan untuk mengawasi sopir yang mengantuk. Apalagi, beberapa armada Transjakarta sudah dilengkapi alat pengawas sopir "Advanced Driver Assistance System" dan "Driver Monitoring System".

"Peralatan mahal ini dibeli dengan pajak dan pendapatan tarif dari masyarakat yang seharusnya bisa menjamin keselamatan para penumpang di jalanan," katanya.

Menurut Francine, kecelakaan bus Transjakarta di koridor 13 itu menunjukkan ada masalah dengan tata kelola armada Transjakarta. Oleh karena itu, ia meminta Transjakarta untuk memastikan seluruh armadanya sudah dilengkapi "Advanced Driver Assistance System" dan "Driver Monitoring System" (ADAS/DMS) yang berfungsi dengan baik.

"Perlu dicek apakah semua bus Transjakarta, termasuk angkot-angkot Mikrotrans sudah dilengkapi dengan alat ADAS/DMS dan terhubung ke command center yang sudah ada," ucapnya.

Kalau belum, Francine meminta Transjakarta harus segera memasang alat-alat tersebut untuk bisa mendeteksi dini para pengemudi yang mengantuk sebelum terjadi kecelakaan. Dia juga meminta Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik dan segara pulih kembali. "Saya minta Pemprov DKI Jakarta memastikan kecelakaan ini tidak terulang lagi di kemudian hari," tambah dia,

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire