Mendikdasmen: 150 alumni LPDP sebagai teman belajar digital di 3T

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,Abdul Mu’ti, alumni LPDP, Alumni Pejuang Digital
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,Abdul Mu’ti, alumni LPDP, Alumni Pejuang Digital
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan kehadiran 150 alumni LPDP melalui Alumni Pejuang Digital di wilayah 3T bukan untuk menggantikan peran guru melainkan sebagai teman belajar guna menghadirkan pembelajaran lebih interaktif dan bermakna.
“Peserta hadir bukan sebagai pengganti guru, tetapi sebagai teman belajar digital dan mitra inovasi untuk bersama sama menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi murid,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta pada Sabtu.
Ia juga menekankan para alumni LPDP merupakan putra-putri terbaik bangsa yang memilih kembali dan mengabdi setelah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Program ini, lanjutnya, dirancang dengan 4 fokus utama yaitu pembiasaan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, penguatan kompetensi guru melalui praktik pembelajaran interaktif, pengembangan budaya digital di sekolah, serta penyusunan strategi digitalisasi yang berkelanjutan.
Guna memastikan kesiapan di lapangan, Mu'ti menjelaskan para peserta telah mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pedagogi, pengoperasian perangkat digital, kurasi konten pembelajaran, hingga praktik mengajar atau micro teaching.
Setiap alumni, lanjutnya, akan ditempatkan di 1 sekolah agar pendampingan berlangsung optimal dan berdampak langsung. Adapun pemanfaatan IFP, kata dia, menjadi pintu masuk penting dalam mendorong transformasi pembelajaran.
Perangkat ini memungkinkan guru menghadirkan materi melalui video, gim edukatif serta konten interaktif yang mendukung peningkatan literasi dan numerasi murid. Namun demikian, Mu'ti menegaskan distribusi perangkat saja tidak cukup, sehingga diperlukan pendampingan agar teknologi benar benar digunakan secara efektif di kelas.
Sebagai informasi, para alumni akan bertugas selama 12 Minggu di 150 Sekolah Dasar (SD) pada 4 Kabupaten di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), yakni Merauke (Maluku Utara), Halmahera Utara (Papua Selatan), Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan Sumedang (Jawa Barat). Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemanfaatan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) yang telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.




