Mendikdasmen: 18 sekolah di Aceh belajar di tenda

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti menyatakan sebanyak 18 sekolah yang terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh belajar di tenda menyusul fasilitas pendidikan rusak akibat bencana.
"Kita akan terus berupaya untuk menghadirkan sekolah darurat bagi siswa yang belajar di tenda. Pembangunannya akan dilaksanakan secepatnya," kata Abdul Mu'ti di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin.
Pernyataan itu disampaikan di sela-sela menjadi pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah pascabencana di SMA 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang
Ia menjelaskan Provinsi Aceh menjadi wilayah terdampak terbesar terhadap fasilitas satuan pendidikan akibat bencana banjir dan longsor, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang.
Ia menyebutkan banjir dan longsor melanda Aceh berdampak pada 2.756 sekolah/satuan pendidikan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota terkena bencana.
Ia menjelaskan sebanyak 90 persen sekolah di Provinsi Aceh atau 2,468 sekolah sudah beroperasi, 18 sekolah menggunakan tenda, dan 288 sekolah masih dalam proses
pembersihan.
Ia mengatakan dalam kesempatan tersebut pihaknya membagikan sebanyak 2 ribu school kit secara simbolis dari total yang diberikan sebanyak 15.500 buah.
Kemendikdasmen juga memberikan tenda 78 buah dan ruang kelas darurat 100 kelas, buku pelajaran 90.000 eksemplar, dukungan psikososial 300 juta, serta Dana Operasional
Pendidikan Darurat mencapai Rp11,29 miliar di Aceh.
Dalam kesempatan tersebut Mendikdasmen yang turut didampingi Plt Kadisdik Aceh, Murthalamuddin mengunjungi perkembangan revitalisasi sekolah di Aceh Tamiang dan Langsa.
Di Langsa Mendikdasmen mengunjungi SDN 4 Langsa dan SDIT Muhammadiyah Langsa yang turut dihadiri Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana.




