Menekraf apresiasi Pemda dan swasta buka ruang untuk IP saat liburan
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi peran pemerintah daerah dan swasta yang semakin aktif membuka ruang publik sebagai etalase produk kreatif lokal dan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau salah satu booth saat rangkaian peninjauan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Jakarta dan Tangerang, Kamis (01/01/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau salah satu booth saat rangkaian peninjauan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Jakarta dan Tangerang, Kamis (01/01/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi peran pemerintah daerah dan swasta yang semakin aktif membuka ruang publik sebagai etalase produk kreatif lokal dan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Upaya ini dinilai memberi ruang tampil sekaligus peluang tumbuh bagi karya anak bangsa agar semakin dikenal oleh masyarakat.
“Momentum libur Nataru menunjukkan bahwa IP lokal bisa menjadi bagian dari pengalaman hiburan dan belanja masyarakat. Dengan dukungan ruang promosi yang konsisten, karya anak bangsa semakin siap melangkah ke pasar yang lebih luas,” ujar Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Minggu.
Geliat ekonomi kreatif di sejumlah ruang publik di DKI Jakarta terlihat menjelang Tahun Baru 2026, pada Rabu, 31 Desember 2025.
Menteri Ekonomi Kreatif mengunjungi aktivitas kreatif di DKI Jakarta dimulai dari kawasan MRT Dukuh Atas, berlanjut ke IP kuliner lokal Toko Kopi Tuku, hingga pusat perayaan malam Tahun Baru 2026 di Bundaran HI.
Pada malam pergantian tahun, Bundaran HI tampil sebagai etalase kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif, mulai dari panggung musik, atraksi teknologi, hingga pertunjukan drone yang menampilkan maskot IP lokal Jekate sebagai representasi kekayaan intelektual dan karakter lokal.
Menteri Ekraf juga mengunjungi geliat ekonomi kreatif di Banten. Di wilayah ini, Menteri Ekraf berdialog langsung dengan para pegiat ekonomi kreatif dari berbagai subsektor, mulai dari fesyen, parfum, tas, hingga kuliner.
Selanjutnya, Summarecon Mall Serpong, Banten, pada 1 Januari 2026 menampilkan sejumlah brand karya anak bangsa yang tengah diminati pasar nasional, antara lain Cosmonaut Spacewear, Lakon Indonesia, Mandalika Parfum, Urban State, Bevelient serta mencicipi IP lokal Barbeque Mountain Boys.
Kehadiran IP-IP tersebut mencerminkan pesatnya perkembangan industri kreatif berbasis kekayaan intelektual yang kian kompetitif.
Aktivitas kreatif yang hadir pada perayaan publik menunjukkan bahwa IP lokal mampu menjadi bagian dari pengalaman hiburan dan gaya hidup masyarakat.
Pemerintah mengapresiasi peran pihak swasta melalui penyediaan ruang promosi di pusat perbelanjaan untuk memfasilitasi IP lokal agar dapat tumbuh dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Sinergi tersebut diharapkan memperluas ruang kolaborasi dan membawa semakin banyak IP lokal melangkah ke pasar global.




