Menko Yusril ajak buka pintu hati saling memaaafkan pada momen Lebaran
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak semua orang untuk membuka pintu hati guna saling memaafkan pada momen Lebaran 2026.

Tangkapan layar - Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra saat memberikan ucapan Idul Fitri 2026 melalui keterangan video di Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA/Agatha Olivia Victoria).
Tangkapan layar - Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra saat memberikan ucapan Idul Fitri 2026 melalui keterangan video di Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (ANTARA/Agatha Olivia Victoria).
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengajak semua orang untuk membuka pintu hati guna saling memaafkan pada momen Lebaran 2026.
Ia mengatakan sudah sebulan lamanya umat Muslim menunaikan ibadah puasa, menahan lapar dan haus, menahan hati dari hal-hal yang tidak baik, serta menahan pemikiran dari berbagai pikiran yang tidak baik.
"Kita menjadikan Ramadhan yang lalu sebagai satu bulan latihan dalam meningkatkan iman kita. Semoga kita menjadi orang-orang yang bertakwa," kata Yusril dalam keterangan video yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Maka dari itu, ia berharap Allah SWT memberikan pengampunan kepada seluruh umatnya dan umatnya pun saling memaafkan atas segala kesalahan yang mungkin pernah dilakukan antara satu sama lain.
Yusril juga berharap keberkahan menyertai Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang mulia ini serta mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada kaum Muslimin dan Muslimat di mana pun berada.
"Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Mudah-mudahan Idul Fitri tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi kita semuanya," tuturnya.
Sebelumnya, Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu.
"Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag di Jakarta, Kamis (19/3).
Ia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah adanya hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, yang menyebutkan bahwa tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).




