Menkum apresiasi Taruna Poltekpin yang tugas di Aceh Tamiang pascabencana
Taruna Poltekpin lakukan aksi sosial 12 hari di Aceh Tamiang

Sumber foto: Humas Kemenkum
Sumber foto: Humas Kemenkum
Kementerian Hukum memberikan apresiasi kepada taruna, pengajar, dan pembina Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) yang bertugas dalam membantu masyarakat di Aceh Tamiang. Kegiatan ini digelar pascabencana untuk membantu warga terdampak.
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menilai pengabdian taruna merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama dan pembelajaran penting bagi generasi muda.
“Yang paling dipentingkan dalam hidup adalah peduli kepada sesama, khususnya kepedulian kepada orang-orang yang di ‘bawah’. Ataupun orang yang mengalami kesulitan,” ujar Supratman sdalam keterangan tertulis, Sabtu (31/01/2026).
Supratman menjelaskan, kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan membangun pengetahuan, penelitian menghasilkan ilmu, dan pengabdian menumbuhkan empati.
“Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti ini. Pintar saja belum cukup jika tidak dibarengi kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani, menyebut kegiatan ini merupakan inisiasi Menteri Hukum yang melibatkan taruna Poltekpin dalam aksi kemanusiaan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga dilakukan untuk mendukung kegiatan.
“Dari total 285 taruna di Sumatera, sebanyak 119 taruna terlibat langsung, terdiri atas 77 taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan 42 taruna Politeknik Imigrasi,” jelas Gusti Ayu.
Selama 12 hari kerja, taruna Poltekpin mengabdi di Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, rumah dinas pegawai, dan SDIT Darul Mukhlishin. Mereka mempercepat pemulihan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan ini didukung koordinasi dengan kantor wilayah, pemerintah daerah, jajaran pemasyarakatan, dan sekolah setempat. Pengalaman lapangan diharapkan membentuk kompetensi profesional serta empati sosial taruna sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa.
Rama Pamungkas




