Top
Begin typing your search above and press return to search.

Menlu ungkap kondisi personel RI yang cedera dalam serangan di Lebanon

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkapkan bahwa serangan terhadap Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Ahad (29/3) melukai tiga personel RI. Satu di antaranya terluka parah.

Menlu ungkap kondisi personel RI yang cedera dalam serangan di Lebanon
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkapkan bahwa serangan terhadap Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Ahad (29/3) melukai tiga personel RI. Satu di antaranya terluka parah.

“Ada tiga rekan yang luka, satu luka berat dan saat ini masih koma, kemudian dua mengalami luka ringan,” kata Sugiono dalam pernyataan pers di sela-sela kunjungannya ke Tokyo, Senin, sebagaimana rekaman suara yang diterima di Jakarta.

Menyusul peristiwa tersebut, Sugiono memastikan bahwa Wakil Tetap RI untuk PBB di New York akan segera bertemu dengan pejabat senior PBB yang mengurusi masalah pasukan penjaga perdamaian PBB, kata Sugiono.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan RI akan membahas pemulasaran jenazah personel TNI yang gugur serta menyampaikan desakan supaya UNIFIL melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

“Kami meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini,” kata Sugiono, menegaskan.

Ia pun menyampaikan penghormatan tertinggi kepada personel RI yang gugur dalam tugas, terlebih di saat menjalankan misi kemanusiaan “yang amat penting bagi perdamaian dan kelangsungan hidup manusia”.

Adapun berdasarkan konfirmasi dari Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, personel Kontingen Garuda yang gugur dalam serangan pada Ahad tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon.

Sementara, ketiga personel yang terluka tersebut ialah Praka Rico Pramudia, yang mengalami luka berat hingga koma, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang menderita luka ringan.

Praka Rico yang mengalami luka berat telah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapat perawatan intensif, sementara dua prajurit yang terluka ringan telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Level I UNIFIL.

Dia menjelaskan mereka mengalami luka setelah pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit Al-Qusyar di Lebanon selatan terkena serangan artileri.

Meski dengan peristiwa yang menimpa personel TNI di UNIFIL tersebut, Aulia memastikan pihaknya akan terus menjalankan misi perdamaian di Lebanon secara profesional.

"TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit," kata Mayjen Aulia.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire