Mensos: Sekolah Rakyat Tuban tunjukkan dampak nyata, perubahan karakter pada siswa
Pembangunan sekolah permanen ditargetkan mulai beroperasi 2027

Sumber Foto: Humas Kemensos
Sumber Foto: Humas Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 18 Tuban menunjukkan dampak positif setelah empat bulan berjalan. Penilaian itu disampaikan Mensos saat menghadiri Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional di Kabupaten Tuban, Jumat (6/2/2026).
“Jadi SRT 18 Tuban telah berjalan dengan baik selama 4 bulan pembelajaran,” kata Gus Ipul.
Mensos mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tuban terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat sebagai program pengentasan kemiskinan.
“Saya bangga dan berterima kasih kepada Bupati dan Kepala Sekolah yang telah memberikan dukungan dengan baik penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari gagasan Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menyasar anak-anak keluarga prasejahtera sekaligus melibatkan orang tua melalui program pemberdayaan sosial.
“Putra-putrinya sekolah, orang tuanya mengikuti program pemberdayaan pemerintah. Harapannya nanti anak-anaknya lulus, keluarganya juga bisa naik kelas menjadi keluarga yang lebih berdaya,” jelasnya.
Perkembangan positif kata Gus Ipul, terlihat dari perubahan sikap dan karakter siswa Sekolah Rakyat di Tuban.
“Mereka lebih percaya diri, disampaikan juga oleh orang tuanya, sekarang lebih disiplin, mulai tampak karakternya, mulai berani menyampaikan pendapat, dan ini adalah awal yang baik,” kata Gus Ipul.
Dalam kegiatan tersebut, siswa Sekolah Rakyat menampilkan berbagai bakat, mulai dari pidato bahasa Inggris, bahasa Arab, hingga seni pertunjukan.
Hingga kini, Sekolah Rakyat rintisan telah berdiri di 166 titik dengan lebih dari 15 ribu siswa di seluruh Indonesia.
Program ini didukung sekitar dua ribu guru dan empat ribu tenaga kependidikan. Sebanyak 104 Sekolah Rakyat permanen juga mulai dibangun dengan target menampung hingga 1.000 siswa per sekolah.
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Rakyat permanen di wilayahnya.
“Hari ini sudah mulai proses pembangunan sekolah rakyat di atas lahan kurang lebih 5-7 hektare. Hari ini sedang berproses, sudah diuruk, lokasinya di Desa Mondokan,” kata Aditya.
Ia menargetkan Sekolah Rakyat permanen di Tuban dapat mulai beroperasi pada 2027.
Suwiryo/Rama




