Mentan: Kenaikan harga Minyakita tak terkait program Biodiesel B50
Menteri Pertanian memastikan stok CPO melimpah dan menepis anggapan bahwa program biodiesel B50 memicu kenaikan harga Minyakita di pasar.

Foto; Awaluddin/Rama
Foto; Awaluddin/Rama
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kenaikan harga minyak goreng kemasan sederhana, Minyakita, di sejumlah daerah tidak berkaitan dengan implementasi program biodiesel B50. Ia menekankan bahwa stok bahan baku minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di dalam negeri saat ini dalam kondisi melimpah.
Amran menjelaskan bahwa alokasi bahan baku untuk program biodiesel diambil dari porsi ekspor, sehingga tidak mengganggu ketersediaan bahan baku untuk minyak goreng domestik.
“B50 tidak mengambil dari minyak goreng, tetapi dari alokasi ekspor. Jadi tidak ada hubungannya dengan kenaikan harga,” jelas Amran usai rapat bersama para bupati di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Data produksi CPO Indonesia saat ini tercatat mencapai angka 45 hingga 50 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 26 hingga 32 juta ton dialokasikan untuk pasar ekspor, sementara kebutuhan dalam negeri termasuk untuk industri minyak goreng berada di kisaran 20 juta ton.
Menurut Amran, peningkatan produksi terus terjadi seiring dengan perbaikan tata kelola kebun sawit yang mendorong kenaikan output nasional hingga sekitar 6 juta ton.
Meski pasokan aman, pemerintah mencermati adanya tren kenaikan harga Minyakita di pasar yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter. Terkait hal ini, Amran memperingatkan para produsen dan distributor untuk tidak bermain-main dengan harga.
“Kalau menaikkan harga, itu cari masalah. Suruh saja naikkan, saya turun tangan nanti,” tegas Amran.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk melakukan pengecekan langsung ke rantai distribusi dan produsen yang diduga melanggar aturan.
“Kami bersama Satgas akan cek. Kalau terbukti melanggar regulasi, pasti kami tindak,” ujarnya.
Selain fokus pada stabilitas harga, Amran mengatakan, pemerintah juga mulai mendorong inovasi di industri turunan sawit, seperti penggunaan kemasan ramah lingkungan berbasis alami sebagai bagian dari pengembangan industri hijau ke depan.
Awaluddin Marifatullah/Rama




