Top
Begin typing your search above and press return to search.

Mentan sebut nol tarif ke AS peluang emas ekspor pertanian RI

Mentan sebut nol tarif ke AS peluang emas ekspor pertanian RI
X

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Harianto

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pembebasan tarif nol persen bagi kelompok komoditas pertanian Indonesia ke pasar Amerika Serikat (AS) melalui kesepakatan dagang resiprokal menjadi peluang emas meningkatkan ekspor nasional secara signifikan.

"Ini adalah peluang besar. Peluang besar, kenapa? Kakao, CPO (minyak kelapa sawit), dan CPO kita paling besar dikirim, kemudian karet dan lain-lain insya Allah nol tarifnya," kata Mentan Amran dikonfirmasi mengenai perkembangan pupuk subsidi di sela kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3).

Menurut Mentan, 53 komoditas pertanian dipastikan memperoleh tarif nol persen dalam skema dagang resiprokal, sehingga akses pasar Amerika Serikat semakin terbuka lebar. Komoditas unggulan seperti kakao, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), serta karet disebut menjadi produk yang paling diuntungkan dalam kebijakan pembebasan tarif tersebut.

Ia menegaskan kebijakan ini bukan wacana baru, melainkan kelanjutan dari perdagangan rutin yang telah berjalan, kini dengan keuntungan tambahan berupa tarif masuk nol persen. Pemerintah memastikan jalur perdagangan komoditas pertanian Indonesia ke Amerika Serikat dalam kondisi aman tanpa hambatan berarti di tengah dinamika perdagangan global.

Khusus minyak sawit mentah, Indonesia selama ini memasok sekitar 1,7 juta ton ke pasar Amerika Serikat sehingga kebijakan tarif nol persen dinilai sebagai kesempatan emas.

"Pokoknya pertanian aman masuk ke Amerika itu nol persen. Dan kita akan dorong, khusus CPO-nya kita kan paling besar 1,7 juta ton. Nah ini kesempatan emas kita dorong kakao, kopi, dorong pasar Amerika kan sangat besar," ujar Amran.

Selain CPO, kakao, dan kopi pemerintah juga akan mendorong peningkatan berbagai produk pertanian lainnya, baik dalam bentuk mentah maupun olahan, untuk memaksimalkan potensi pasar Amerika. "Apa saja nanti (kita ekspor)," tutur Amran.

Sebelumnya diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil konkret bagi sektor pertanian nasional.

Melalui kesepakatan dagang resiprokal Indonesia-Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia dan turunannya resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar Amerika Serikat.

Langkah strategis itu membuka akses yang lebih luas bagi produk pertanian nasional untuk menembus pasar global ini sekaligus memperkuat daya saing komoditas unggulan Indonesia di tengah persaingan perdagangan internasional.

Perjanjian dalam kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut menjadi bagian dari penguatan kemitraan ekonomi kedua negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, dalam perjanjian bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance, terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri, yang dibebaskan dari bea masuk ke pasar AS.

"Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0 persen," kata Airlangga di Jakarta, Jumat (20/2).

Dari sektor pertanian komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta aneka rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, serta buah dan inti kelapa sawit juga masuk dalam daftar bebas tarif. Produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong dan sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium turut memperoleh fasilitas yang sama.

Sebelumnya, dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Indonesia dan Amerika Serikat juga menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) yang memperkuat implementasi kesepakatan dagang resiprokal tersebut.

Dengan dibebaskannya 173 pos tarif sektor pertanian menjadi 0 persen, pemerintah optimistis ekspor komoditas unggulan nasional akan meningkat seiring meningkatnya daya saing harga produk Indonesia di pasar Amerika Serikat.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire