Menteri Kehutanan ikut bantu evakuasi korban banjir bandang di Agam

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni mencari korban hilang terdampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Yusrizal.
Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni mencari korban hilang terdampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Yusrizal.
Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni ikut serta membantu pencarian korban yang masih dinyatakan hilang terdampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Minggu.
"Saya bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Polda Sumbar dan TNI ikut mengevakuasi dua korban ditemukan meninggal dunia di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam," kata Raja Juli Antoni di Lubuk Basung, Minggu
Ia mengatakan jasad korban tersebut langsung dibawa oleh tim gabungan ke lokasi yang telah ditentukan. Saat ini penanganan bencana fokus untuk tanggap darurat dalam evakuasi korban yang masih hilang.
Ini mengingat masih banyak korban yang belum ditemukan usai banjir bandang melanda daerah itu, Kamis (27/11) sore.
"Ada seorang warga di pengungsian menyampaikan masih kehilangan satu orang adik, seorang anak dan seorang keponakan," katanya.
Ia menambahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri dalam menyelesaikan proses tanggap darurat dalam evaluasi korban dan rehabilitasi.
Setelah itu mendatangkan psikolog untuk trauma healing bagi korban yang berpotensi trauma dengan kejadian ini.
"Fokus untuk menyelesaikan evakuasi dan tanggap darurat ini," katanya.
Di Agam, tambahnya, masih ada daerah yang terisolir akibat jalan menuju lokasi tertimbun tanah longsor dan terban. Untuk itu, diarahkan alat berat ke lokasi dalam membuka akses lalulintas, sehingga bantuan bisa didistribusikan ke daerah itu.
"Alat berat bakal diarahkan untuk membuka jalan tertimbun tanah longsor dan terban, sehingga mobilisasi pendistribusian bantuan lancar, karena bantuan sudah berdatangan," katanya.
Data dari BPBD Agam, sebanyak 85 korban sudah ditemukan dampak banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, Matur dan lainnya.
Sedangkan korban belum ditemukan sebanyak 78 orang.




