Top
Begin typing your search above and press return to search.

Menteri PU ungkap kronologi mundurnya dua Dirjen Kementerian PU

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan kronologi pengunduran diri dua Direktur Jenderal atau Dirjen Kementerian PU yakni Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana dan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Dwi Purwantoro.

Menteri PU ungkap kronologi mundurnya dua Dirjen Kementerian PU
X

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan dari awak media di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (1/3/2026). (ANTARA/Aji Cakti).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan kronologi pengunduran diri dua Direktur Jenderal atau Dirjen Kementerian PU yakni Dirjen Cipta Karya Dewi Chomistriana dan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Dwi Purwantoro.

"Jadi sebenarnya tadi yang disampaikan terkait (pengunduran diri dua dirjen) itu betul, memang itu temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jadi BPK mengirim surat kepada saya dua kali, seingat saya yakni pada Januari 2025 dan Agustus 2025," ujar Dody di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu.

Dia mengatakan surat dari BPK pada Januari 2025 mencantumkan kerugian keuangan negara hampir Rp3 triliun. Dody kemudian memerintahkan kepada jajarannya untuk menindaklanjuti hal tersebut, namun sayangnya belum ditindaklanjuti.

Kemudian BPK mengirimkan surat kedua kepada Menteri PU pada Agustus 2025. Dalam surat tersebut disampaikan bahwa kerugian keuangan negara itu sudah turun dari awalnya hampir Rp3 triliun menjadi hampir sekitar Rp1 triliun.

Dalam surat kedua tersebut juga tercantum beberapa rekomendasi misalnya membentuk majelis adhoc, membentuk tim di satuan kerja (satker) untuk percepatan pengembalian kerugian negara yang disebabkan oleh pihak ketiga. Namun ini, kata Menteri PU, juga belum ada tindak lanjut lebih lanjut dari jajaran Kementerian PU.

"Makanya kemudian saya ambil alih. Jadi nanti kita akan membentuk majelis adhoc, kita akan membentuk tim-tim baru di satker-satker agar pengembalian kerugian negara bisa lebih cepat dan tidak mengganggu pekerjaan sehari-hari para satker. Kemudian yang ketiga saya juga akan menghidupkan Komite Audit. Karena bagaimanapun kita semua harus sepakat, saya tidak bisa membersihkan rumah saya kalau sapu saya kotor," kata Dody.

Menurut dia, hal tersebut wajib agar apa yang dikerjakan oleh Inspektur Jenderal mudah-mudahan ke depan jauh lebih baik lagi.

Di samping itu, pembentukan ini juga merupakan tindak lanjut dari amanah yang diberikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto kepada Menteri PU Dody Hanggodo.

"Dan itulah sebabnya kemudian saya melakukan penanganan jauh lebih ketat lagi. Saya membentuk tim sendiri yang saya ketuai sendiri, dan tim itu saya yang membentuk sendiri, dan saya menganggap tim yang saya bentuk itu adalah salah satu lidi bersih. Lidi bersih ya, bukan sapu, lidi bersih yang saya masih anggap lidi bersih," kata Dody.

Dia juga menambahkan bahwa langkah yang diambilnya tersebut juga mendapatkan dukungan Kejaksaan Agung yang memasukkan tiga aparat Kejaksaan Agung ke tim yang dibentuk Menteri PU.

"Kemudian Alhamdulillah saya dibantu oleh Pak Jaksa Agung. Pak Jaksa Agung masukkan tiga lidi bersih di tempat saya juga. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa pengunduran diri itu mendadak, tidak bisa juga karena sudah ada proses sebelumnya. Dan manakala saya menggunakan lidi bersih saya untuk mulai bekerja, ya yang bersangkutan (Dirjen Cipta Karya dan Dirjen SDA) memilih mengundurkan diri. Kira-kira begitulah," kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire