Top
Begin typing your search above and press return to search.

P2G: Sekolah Rakyat harus bisa tampung anak miskin dan anak jalanan

P2G: Sekolah Rakyat harus bisa tampung anak miskin dan anak jalanan
X

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriawan Salim, menyambut positif program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo. Ia berharap Sekolah Rakyat benar-benar menampung anak tidak mampu, termasuk anak jalanan dan keluarga miskin ekstrem.

“Saat ini masih terdapat sekitar 3,9 juta anak yang tidak bersekolah akibat faktor ekonomi, sosial, dan budaya, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mengakomodasi anak jalanan serta anak dari keluarga miskin ekstrem desil 1, dan 2,” kata Satriawan dalam wawancara Radio Elshinta Edisi Pagi, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Hingga awal 2026, tercatat 166 Sekolah Rakyat telah berdiri dengan sasaran anak miskin ekstrem, anak putus sekolah, dan kelompok rentan. Program ini dikembangkan Kementerian Sosial sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan penanganan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Menurut Satriawan, P2G menemukan empat persoalan utama pada Sekolah Rakyat, yaitu tata kelola, kurikulum, daya dukung, dan kesiapan guru. Ia menilai pengelolaan pendidikan masih terpecah karena Sekolah Rakyat berada di bawah Kementerian Sosial, bukan pendidikan.

“Ke depan ini harus diperbaiki supaya tidak terjadi tumpang tindih, baik dari sisi tata kelola maupun sumber daya gurunya,” ujar Satriawan.

Satriawan juga mempertanyakan masa depan lulusan Sekolah Rakyat, terutama dukungan pemerintah setelah siswa lulus SMA. Ia menekankan pentingnya jaminan keberlanjutan agar lulusan bisa melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja.

Steffi Anastasia/Mgg/Rama

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire