Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pakar komunikasi: Isu kelangkaan BBM akibat Konflik Iran-AS bisa picu panic buying

Penyebaran informasi di media sosial dinilai dapat memicu panic buying dan kelangkaan semu di masyarakat.

Pakar komunikasi: Isu kelangkaan BBM akibat Konflik Iran-AS bisa picu panic buying
X

Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikaitkan dengan konflik Iran dan Amerika Serikat dinilai bisa memicu kepanikan di masyarakat.

Dosen Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan, Arianda Tanjung, mengatakan kepanikan bisa muncul ketika informasi yang belum tentu benar menyebar cepat di media sosial.

“Dalam kajian komunikasi, kondisi ini terjadi ketika informasi yang belum terverifikasi membentuk persepsi ancaman di masyarakat. Akibatnya, publik bereaksi secara emosional dan tidak rasional,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Menurut Arianda, media sosial membuat isu seperti kelangkaan BBM mudah memicu reaksi berlebihan.

Ia menjelaskan, masyarakat sering ikut melakukan hal yang sama setelah melihat orang lain membeli BBM dalam jumlah banyak atau mengantre di SPBU.

“Fenomena ini dikenal sebagai bandwagon effect. Ketika orang melihat orang lain membeli BBM secara berlebihan, mereka merasa perlu melakukan hal yang sama agar tidak kehabisan,” katanya.

Arianda menilai kepanikan seperti ini justru bisa menimbulkan kelangkaan semu. Permintaan yang melonjak dapat mengganggu distribusi BBM yang sebenarnya masih normal.

Selain itu, kondisi tersebut juga bisa memicu antrean panjang di SPBU hingga konflik di masyarakat.

Karena itu, ia menilai pemerintah perlu memberikan informasi yang cepat dan jelas agar isu yang beredar tidak memicu kepanikan publik.

“Dalam situasi global seperti konflik Iran-AS, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan dapat dipercaya. Jika tidak, rumor bisa menyebar lebih cepat daripada fakta,” ujarnya.

Arianda juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi di media sosial dan tidak mudah percaya pada isu yang belum jelas kebenarannya.

“Literasi media penting agar masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar,” pungkasnya.

Rama Pamungkas

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire