Pemkab Serang kebut normalisasi saluran air cegah banjir
Pemerintah Kabupaten Serang, Banten mengebut pengerjaan normalisasi saluran air sepanjang satu kilomete guna mencegah dan meminimalisasi dampak banjir.

Suasana normalisasi saluran air sepanjang satu kilometer di kawasan Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (31/1/2026). ANTARA/HO-Pemkab Serang.
Suasana normalisasi saluran air sepanjang satu kilometer di kawasan Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (31/1/2026). ANTARA/HO-Pemkab Serang.
Pemerintah Kabupaten Serang, Banten mengebut pengerjaan normalisasi saluran air sepanjang satu kilometer di kawasan Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Kecamatan Ciruas guna mencegah dan meminimalisasi dampak banjir.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang, Nurlailah, di Serang, Sabtu, mengatakan normalisasi saluran dengan kedalaman dua hingga tiga meter ini merupakan langkah penanganan darurat yang telah dikerjakan sejak awal pekan.
"Sejak Senin (26/1) kita terus menormalisasi saluran-saluran pembuangan. Targetnya aliran ini tembus sampai ke Sungai Ciwaka Timur untuk mengurangi genangan yang kerap terjadi di BCP 2," ujarnya.
Nurlailah menjelaskan, percepatan normalisasi ini dilakukan dengan mengecek elevasi tanah secara teliti agar air dapat mengalir lancar dari pemukiman warga menuju sungai utama.
Menurut dia, sistem drainase di kawasan tersebut dibagi ke dua jalur pembuangan. Sebelumnya, penanganan telah dilakukan di sisi hilir yakni Sungai Ciranjeng menuju Sungai Cibening yang bermuara ke Sungai Ciwaka Barat. Kini, fokus pengerjaan diarahkan ke saluran yang bermuara di Sungai Ciwaka Timur.
"Kawasan BCP 2 di Desa Ranjeng ini memang memiliki elevasi tanah yang rendah, sehingga secara alami menjadi tempat parkir air. Karena sudah berdiri perumahan, maka tata kelola airnya harus sangat komprehensif agar air bisa lari ke sungai utama," paparnya.
Selain normalisasi saluran sebagai solusi jangka pendek, Nurlailah menyebutkan bahwa Pemkab Serang tengah mengkaji solusi jangka panjang.
Mengingat kondisi geografis wilayah tersebut, diperlukan sistem pompanisasi yang berkelanjutan dan kajian teknis mendalam.
"Kalau saat ini baru penanganan daruratnya terlebih dulu, dan kami akan tindak lanjuti dengan melakukan kajian untuk penanganan permanen di daerah ini," katanya.




