Pemkot Jaktim ingatkan warga cek listrik dan kompor sebelum mudik

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin usai apel kesiapan pengamanan malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri, dan arus mudik Tahun 1447 H/2026 di Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin usai apel kesiapan pengamanan malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri, dan arus mudik Tahun 1447 H/2026 di Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengingatkan warga untuk memastikan aliran listrik dan kompor dalam kondisi aman sebelum berangkat mudik ke kampung halaman.
"Aliran listrik harus benar-benar dicermati sebelum ditinggalkan. Pastikan semua dalam kondisi aman. Kompor juga harus dilihat dan dipastikan sudah dimatikan agar tidak menimbulkan bahaya kebakaran," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis.
Menurut Munjirin, kelalaian dalam mematikan peralatan listrik maupun kompor kerap menjadi salah satu penyebab kebakaran rumah saat ditinggal penghuninya dalam waktu lama. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya warga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap instalasi listrik dan peralatan dapur sebelum meninggalkan rumah.
"Warga yang akan mudik Lebaran diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di rumah yang ditinggalkan," ujarnya.
Munjirin mengaku imbauan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kegiatan tarawih keliling yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur selama Ramadhan.
Dia juga mengingatkan warga agar memastikan seluruh pintu dan jendela rumah terkunci dengan baik serta barang-barang berharga tersimpan aman untuk mencegah potensi tindak kejahatan selama rumah tidak dihuni. Munjirin juga menyarankan agar warga dapat menitipkan kunci rumah kepada tetangga atau kerabat yang dipercaya, sehingga kondisi rumah tetap dapat dipantau selama ditinggal mudik.
"Kalau kuncinya dititipkan ke tetangga atau saudara yang dipercaya, apabila ada sesuatu di rumah bisa segera diketahui dan ditangani," ucapnya.
Tak hanya soal keamanan rumah, dia juga mengingatkan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Sementara itu, bagi warga yang tidak memiliki halaman untuk menyimpan kendaraan yang tidak dibawa mudik, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah menginstruksikan pihak kelurahan dan kecamatan untuk membantu menyediakan tempat penitipan.
Program penitipan kendaraan di kantor pemerintahan merupakan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo yang disampaikan secara lisan kepada para lurah dan camat.
"Kalau ada warga yang ingin menitipkan kendaraan karena tidak punya halaman rumah, kami persilakan untuk dititipkan di kantor kelurahan atau kecamatan dan akan dibantu pengamanannya," jelas Munjirin.
Melalui berbagai imbauan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran dengan aman dan nyaman, tanpa khawatir terhadap potensi kebakaran maupun keamanan rumah yang ditinggalkan.




